Walhi Papua bahas hutan adat dalam konteks orang asli Papua

S

 

Jayapura, (WAGADEI) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Papua fokus memetakan hutan adat milik orang asli Papua (OAP) yang perlu dilindungi.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Primus Peuki ketika menggelar seminar sehari dengan topik Peluang, Tantangan dan Pembelajaran dari Implementasi Skema Hutan Adat oleh CSO dan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Hotel Grand Talent, Kotaraja, Kota Jayapura, Jumat, (24/6/2022) yang diikuti oleh beberapa jurnalis dan beberapa CSO.

“Tujuan dilaksanakannya seminar ini guna membahas hutan adat dalam konteks orang asli Papua. Jadi dalam kegiatan ini, bagaimana kita bisa belajar dan berbagi tentang hutan adat yang harus dilindungi,” kata Maikel Primus Peuki.

Baca: https://wagadei.com/2022/06/24/terkait-kependudukan-di-papua-john-nr-gobai-sarankan-diatur-dengan-perdasi/

Selain itu, pihaknya mengali informasi dari para pihak yakni perwakilan CSO dan perwakilan pemerintah dan perwakilan masyarakat adat tentang implementasi skema hutan adat.

“Menjadi ruang konsolidasi CSO dan masyarakat adat Papua dalam menjaga wilayah adat dan manfaat potensi lokal,” kata dia.

Menurut dia, seminar itu kiranya mampu membuahkan hasil untuk melihat tantangan menjaga hutan adat di Papua.

“Kita harus melihat peluang dan tantangan hutan di Papua, arena apa, semakin hari tantangan itu semakin maju,” kata dia.

Lanjut dia, pihaknya akan mendorong agar hutan adat ini terus dijaga. Sebab masyarakat adat memiliki tempat yang layak.

“Kami berharap melalui seminar ini kita semua belajar bersama untuk menghadapi tantangan hutan adat kedepanya,” ucap dia.

Salah satu pemateri, Direktur PPMA Papua, Naomi mengatakan, tanah bukan tidak boleh dimanfaatkan tetapi tanah sakral tanah adat dan tanah bersecara itu manfaat kan dengan baik.

“Lebih bagus lagi pemerintah daerah harus buat Perda (peraturan daerah) untuk melindungi hutan adat dan tanah adat,” katanya. (*)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.