Pemda Dogiyai diminta utamakan rekrut putra/i asli daerah formasi CPNS 2022

Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS) - (Ist.)

Nabire, (WAGADEI) – Pemerintah kabupaten Dogiyai mendapat kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2022 sebanyak 272 orang bagi pelamar bergelar sarjana dan diploma.

Dalam perekrutan, pemerintah Dogiyai diminta harus mengutamakan pelamar asli Dogiyai.

Petrus Iyai, seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten Dogiyai, kepada wagadei.com belum lama ini, mengatakan agar kabupaten Dogiyai tidak mendapat julukan sebagai daerah tempat pembuangan ijazah, perekrutan CPNSD formasi tahun 2022 Pemkab Dogiyai harus mengutamakan putra/i asli Dogiyai.

“Tahun 2022 ini Pemkab Dogiyai dapat jatah kuota CPNS sebanyak 272 orang. Supaya Dogiyai tidak dijuluki sebagai daerah tempat ijazah para pelamar orang asli Dogiyai dibuang, harus Pemda Dogiyai untuk tahun ini utamakan anak-anak asli Dogiyai,” ucapnya.

Menurutnya, setiap penerimaan CPNS di semua daerah di Papua – tidak hanya kabupaten Dogiyai – yang tembus (lolos tes) terlihat selalu didominasi orang luar.

“Ini pemandangan yang sangat tidak baik dan selalu buat kecewa anak-anak asli setempat. Jadi, untuk penerimaan tahun ini, sekali lagi mau tidak mau, Pemda Dogiyai harus utamakan anak-anak asli yang nanti ikut tes,” pintanya.

Dia mengatakan di Dogiyai pengangguran berijazah sarjana dan diploma terus bertambah banyak tiap tahun. Sementara umur juga demikian. Semua akibat dari, kata dia, tidak adanya perhatian baik yang dilakukan oleh Pemda seperti saat ada penerimaan CPNS.

“Pemerintah harus buka mata dan hati. Ini soal tidak main-main. Kenapa banyak para sarjana yang anggur dan terjun ke hal-hal tidak baik? Semua karena mereka merasa tidak diperhatikan dan kecewa. Padahal seperti tes CPNS ini peluang untuk Pemda memberdayakan mereka dapat pekerjaan,” tekannya.

Dia menambahkan dalam perekrutan agar putra/i asal Dogiyai dapat diakomodir, kebiasaan-kebiasaan tidak baik lama seperti membagi jatah dan jual kuota seenak yang selalu diperlihatkan oleh para oknum pimpinan berwenang daerah, tidak boleh dilakukan.

“Dan satu lagi, meskipun hasil tesnya ditentukan dari pusat, hal ini harus sudah diantisipasi dari awal oleh Pemda dengan ambil kebijakan berdasarkan UU pendukung berlaku yang ada. (Untuk tahun ini dan seterusnya kedepan) tidak boleh ada alasan, Pemda mau pakai ini itu untuk tidak prioritaskan putra/i asli daerah,” tekannya lagi.

Pelaksanaan tes ini akan dilakukan pada akhir Juni 2022 secara serentak di seluruh wilayah kabupaten/kota di Papua. Kuato CPNS ini sendiri merupakan formasi tahun 2021 yang ditunda oleh pemerintah pusat. Persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya usai maksimal 35 tahun.

“Secara teknis, pengumuman dan persiapan serta tahapan-tahapan rekrutmen dan pelaksanaan di daerah akan disampaikan pemerintah provinsi Papua. Saya mengimbau para pencari kerja untuk mempersiapkan diri baik-baik, termasuk berbagai persyaratan penerimaan CPNS untuk mengikuti seleksi dengan baik,” imbau bupati kabupaten Dogiyai, Yakobus Dumupa, dikutib dari Media Indonesia, akhir April 2022.

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.