Rektor USWIM Nabire akhirnya tanggapi tuntutan mahasiswa

Mahasiswa USWIM Nabire Papua
Ratusan mahasiswa saat tuntut haknya di depan rektor USWIM Nabire, Senin (20/6/2022). - Wagadei/Musa Dumukoto

Nabire (WAGADEI.COM) – Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Papua, Drs. Petrus Izaach Suripatty akhirnya menjawab sejumlah tuntutan mahasiswa terkait biaya sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP) dan fasilitas perkuliahan.

Dia mengatakan pembayaran sebesar Rp 3.950.000 diberlakukan bagi mahasiswa baru pada tahun akademik 2022. Namun, ia tak bisa menjawab tuntutan sejumlah mahasiswa itu, untuk menurunkan biaya menjadi Rp 3.000.000, karena harus didasarkan pada kesepakatan bersama pihak universitas.

“Lalu kami akan umumkan keputusannya pada besok pagi Selasa (21/6/2022),” kata Suripatty di depan ratusan mahasiswa, Senin (20/6/2022).

Suripatty mengaku sudah melengkapi fasilitas kampus, tetapi tidak digunakan dengan baik.

“Semua fasilitas yang kami lakukan (bangun/perbaikan), seperti, toilet, lampu untuk kuliah sore, tetapi kalian (mahasiswa) tahu bahwa pemeliharaan fasilitas kampus sangat di luar kontrol kami. Artinya, setelah libur atau hari Sabtu dan Minggu sudah tidak seperti sebelumnya,” ujarnya.

Sejumlah mahasiswa telah melakukan demo tiga kali. Aksi pertama dilakukan di depan rektorat USWIM Nabire di Kalibobo, tetapi tak ada satu pun dosen yang menanggapi aspirasi mereka.

Kemudian mereka melanjutkan aksinya pada hari kedua, tetapi rektor sedang berada di Jakarta.

Kali ini mereka melakukan aksinya dan ditanggapi sang rektor. Berikut tuntutan ratusan mahasiswa yang dibacakan oleh Sekretaris BEM, Yulianus Zanambani di hadapan Rektor USWIM Nabire, Petrus Izaach Suripatty:

Pertama, segera melengkapi sarana prasarana memadai guna mendukung aktivitas pembelajarannya dalam setiap fakultas, seperti, laboratorium komputer, perpustakaan kampus, fasilitas kursi, lampu dan ruangan kelas,  kamar mandi, sekretariat BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) universitas dan fakultas;

Kedua, setiap mahasiswa baru selalu isi seratus ribu untuk free Wi-Fi. Dana tersebut jika dikalkulasikan dengan ratusan mahasiswa baru Rp 70-an juta dana tersebut [di]kemanakan? Maka kami menuntut segera lengkapi Free – Wi-Fi di area kampus;

Ketiga, segera libatkan BEM universitas maupun fakultas dalam penerimaan mahasiswa baru di kampus USWIM Nabire.

Keempat, aksesibilitas penggunaan dan pengelolaan dana akademik segera transparan secara publik;

Kelima, segera transparansi informasi mahasiswa, seperti privasi akademik mahasiswa kurang mampu maupun prestasi non akademik secara jelas di publik baik dalam peraturan siswa;

Keenam, kami seluruh mahasiswa menuntut segera turunkan biaya SPP [yang[ dinaikkan oleh pihak penyelenggara akademik sekitar Rp 3.950.000 diturunkan menjadi Rp 3.000.000, guna menyelenggarakan, memenuhi sesuai fasilitas yang ada, yang disediakan oleh lembaga penyelenggara akademik, kepada mahasiswa dalam penggunaan;

Ketujuh, jika tuntutan kami ini tidak dijawab oleh Bapak Rektor selaku pimpinan akademik, maka kami BEM universitas, fakultas serta seluruh mahasiswa USWIM Nabire akan tunggu sikap kami sampai terjawab. Itu sikap kami. (*)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.