Fokus berdampak lebih baik untuk pembangunan di Tanah Papua

Jayapura, (WAGADEI) – Ikatan alumni SMP YPPK St. Thomas Wamena, Jayawijaya, Papua disebut sebagai sebuah wadah untuk menjalin dan menjaga keharmonisan para alumni SMP Misi yang tersebar di berbagai tempat karena menjalankan tugasnya masing-masing. Untuk itulah mereka yang telah menjadi alumni sejak tahun 1971 sampai 2021 atau kurang lebih 40-an angkatan dengan berjumlah sekitar 3.000-an alumnus mendirikan wadah itu.

Ketua umum Ikatan Alumni SMP YPPK St. Thomas Wamena, Elpius Hugi mengatakan, selama ribuan tahun lamanya orang lembah Baliem – Huwulama telah mendiami lembah besar itu dengan seluruh misteri hidupnya. Kemudian orang asing (ap molatek) pertama kali mengadakan kontak langsung dengan orang Huwulama pada 23 Juni 1938 oleh Richard Archold dalam ekspedisi yang disebut American Museum of Natural History. Dua puluh tahun kemudian, tepatnya 19 Januari tahun 1958, Gereja Katolik melalui Ordo Fratrum Minorum (OFM) menginjakkan kaki di Lembah Balim dan melakukan karya-karya penginjilan maupun pendidikan.

“Pada tanggal 27 Mei 1971 (51) tahun yang lalu, SMP YPPK St. Thomas Wamena telah terdaftar dengan SK Pendirian sekolah nomor: SK.78/GIB/71 dan SK ijin operasional bernomor: 420/588/DP/2020. Menjelang pesta jubelium 50 tahun, telah terbentuk Ikatan Alumni SMP YPPK St. Thomas Wamena pada 27 Mei 2019 di Wamena untuk jangka waktu yang tidak ditentukan dengan moto Pakima Hani Hano yang artinya Bersekutu itu Indah dan Baik,” kata Elpis Hugi melalui keterangannya, Senin, (6/6/2022).

Pendirian ikatan alumni ini lanjut Hugi, dikemas dalam reuni akbar dan musyawarah besar pertama selama tiga hari, tanggal 25 – 27 Mei tahun 2019 di Gedung Sosial Katolik (Soskat) Wamena. Masa kepengurusan ikatan alumni ditetapkan satu periode selama 3 tahun yakni 2019 – 2022. Pada kesempatan ini, pihaknya mengadakan perayaan syukur ulang tahun SMP YPPK St. Thimas Wamena ke – 51 sekaligus ulang tahun Ikatan Alumni SMP Misi ke- 3 dan menyelenggarakan Mubes II Ikatan Alumni di Jayapura.

Hugi mengaku sejarah Ikatan Alumni terbentuk bermula dari hubungan pertemanan teman angkatan dan kemudian beranjak ke antar angkatan, lalu pembentukan Panitia Perayaan Yubelium SMP Misi tahun 2021 dan juga pembentukan tim formatur reuni akbar dan Mubes I tahun 2021.

“Para inisiator dari pergerakan ini antara lain, saya sendiri (Elpius Hugi), pak Carlos Matuan, pak Laurens Wantik, pak Yan Matuan, pak Albert Adii, pak Markus Haluk, pak Andi M. Dimara, pak Pilatus Marian dan pak Amatus Watken,” ucapnya.

Pihaknya memiliki visi dan misi yang hendak diupayakan minimal ada dua alasan utamq, yang pertama adalah soal keterpanggilan untuk mengabdi kepada almamater yang pernah berjasa dalam pembentukan karakter hidup maupun ilmu pengetahuan setiap individu para alumni.

 

Hal ini kata dia, seirama dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi pihak sekolah dalam menjalankan visi mencerdaskan anak bangsa yang mana kebutuhan itu bisa di topang oleh sumbangan-sumbangan para alumni. Dan juga, SMP Misi ini adalah ‘sekolah Mama’ atau yang tertua untuk Kabupaten Jayawijaya pada waktu itu, Pegunungan Tengah (Lapago) hari ini.

“Artinya, para murid SMP Misi waktu itu, hari ini sedang menjadi pemimpin di setiap daerah masing-masing di Wilayah Pegunungan Tengah lebih khusus dan Papua pada umumnya. Dengan demikian, para alumni dapat berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah ini,” ujar Elpius Hugi yang juga Kepala Biro Umum Setda Provinsi Papua ini.

Kedua, kata dia, sebagai wadah untuk menjalin dan menjaga keharmonisan para alumni SMP Misi yang tersebar di berbagai tempat karena menjalankan tugasnya masing-masing. Hubungan keakrabatan para alumni bisa berdampak lebih besar untuk pembangunan di tanah Papua, bukan hanya di SMP Misi.

“Tugas lain juga adalah mendata para alumni dari sekitar 40-an angkatan sejak tahun 1971 sampai tahun 2021 yang berjumlah sekitar 3.000-an alumnus.

Ketua panitia pelaksana Mubes II Ikatan Alumni SMP YPPK St. Thomas Wamena, Ferry F. Sopaheluwakan mengatakan, pihaknya sudah bekerja maksimal untuk menyukseskan kegiatan. Kegiatan Perayaan Syukur atas Ulang Tahun SMP Misi ke – 51 akan dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Juni 2022, pukul 5.00 (sore) bertempat di Gereja Kristus Terang Dunia Waena. Sedangkan Mubes II, Kamis 9 Juni, Pembukaannya di Aula St. Ignasius, Gereja Kristus Terang Dunia Waena.

“Kemudian sidang-sidang pleno akan akan dilaksanakan di Susteran Maranatha Waena. Peserta yang ditargetkan hadir sebanyak 200 orang baik dari Jayapura, Wamena maupun daerah lain di Papua dan luar Papua.

Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh internal Alumni (sumbangan per angkatan), donator alumni maupun sponsor luar yang sangat terbatas,” kata Ferry F. Sopaheluwakan.

Pihaknya mengharapkan kepada semua alumni, mantan pengajar, staf dan seluruh civitas SMP YPPK St. Thomas Wamena turut mengambil bagian secara langsung, terutama mereka yang bisa mengakses tempat kegiatan.

“Dan juga kepada alumni orang muda yang saat ini ada di sekitaran Jayapura dan Keerom,” ucapnya.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada sekolah, komite, PSW, Dekenat, Keuskupan, Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi Papua atas dukungan dan kerjasama. (*)

 

 

 

 

 

 

 

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.