Lison Goo Dipanggil ke Persewar Waropen, Begini tanggapan manajer Bintang Dogiyai FC

Nabire (WAGADEI) – Lison Goo, pemain mungil nan lincah milik salah satu club sepakbola asal Dogiyai yang ada di Nabire, Bintang Dogiyai FC secara resmi dipanggil untuk bergabung ke tim liga II asal tanah Papua, Persewar Waropen.

 

Pemain yang biasa disapa dengan nama Ligo ini tampil gemilang dalam turnamen Bupati Cup I di Nabire. Berkat tampilan yang menawan sepanjang turnamen tersebut membawa Bintang Dogiyai FC menjuarai turnamen bergengsi di kota Nabire ini.

 

Sejak awal turnamen Bupati Cup I ini, Pelatih Bintang Dogiyai FC, Gad Tekege mengandalkan Lison Goo dan Yosmus Dudai untuk mengobrak-abrik lini pertahanan setiap tim yang mereka hadapi.

 

Lelaki bernama lengkap Fransiskus Lison Goo ini selalu beroperasi dari sisi kiri. Dia setiap kali jumpa dengan bola, selalu menari indah di atas lapangan hijau seraya berusaha untuk perdayai setiap pemain lawan dengan gaya khasnya.

 

Walaupun bertubuh kecil dan pendek, Lison Goo kelahiran Ekimani, Dogiyai, 10 Mei 1994 ini tak pernah kenal lelah dan takut untuk lewati pemain belakang yang rata-rata bertubuh kekar dan tinggi. Skill untuk mengolah si kulit bundar yang dimiliki membuat kewalahan dan ketar-ketir para pemain lawan.

 

“Secara resmi kami mau umumkan, pemain atas nama Lison Goo dari Bintang Dogiyai FC dan Rivaldo Wally dari Persikabo Kalibobo akan bergabung dengan Persewar Waropen,” kata Bupati Waropen, Yermias Bisai didampingi Manajer Persewar Waropen dalam acara penutupan turnamen Bupati Cup I, di lapangan Kodim Nabire, Sabtu (9/4/2022) lalu.

 

Mendengar pengumuman tersebut, ribuan warga Nabire yang memadati lapangan Kodim yang ada di tengah jantung kota Nabire ini bersorak. Terutama tim dan pendukung Bintang Dogiyai FC dan Persikabo Kalibobo yang keluar sebagai juara dan runner-up dalam turnamen tersebut.

 

Tampil di tim besar merupakan impian setiap pemain bola. “Saya bersyukur kepada Tuhan Allah. Saya telah diberikan kesempatan ini. Ini semua berkat dari Tuhan,” kata Lison Goo pemilik nomor punggung 99.

 

Lison mengisahkan menyukai bola sejak kecil. Bersama teman-teman, dia selalu bermain bola. Walaupun di lapangan tidak rata dan rumput penuh tinggi.

 

“Setelah turun ke Nabire untuk sekolah, saya selalu bermain bola. Terutama setelah saya masuk kuliah,” kata Alumnus Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) di Nabire ini.

 

Sekalipun aktif main bola, masalah pendidikan tak pernah ia lupakan. Usai menamatkan SMA, ia masuk di USWIM Nabire dan menyandang gelar sarjana Administrasi Negara pada tahun 2020 lalu.

 

Selama ia menempuh pendidikan, anak dari Alm. Willem Goo dan Mama Martha Pekei ini selalu berusaha membagi waktu antara sepakbola dan kuliah.

 

Lison Goo yang mengidolakan Boaz Solossa dan Lionel Messi ini pernah memperkuat tim liga III Papua, seperti Persido Dogiyai yang tampil ciamik dan memukau di Jayapura dan menjuarai pada tahun 2017 lalu.

 

Sejak tim Bintang Dogiyai FC dibentuk di Nabire, Lison bersama Nando Tebai, Alfrianto Tebai, Diko Giyai, Robby Goo dan kawan-kawannya menjadi tim utama untuk mengikuti turnamen-turnamen yang digelar di Nabire.

 

Selama mereka mengikuti turnamen-turnamen, Bintang Dogiyai FC berlangganan juara. Banyak piala yang sudah diangkat.

 

Kapten tim Bintang Dogiyai FC, Nando Tebai mengatakan sejak tim Bintang Dogiyai FC dibentuk para pemain sudah bersatu.

 

“Kami tim tampil bagus di lapangan karena selama ini para pemain sudah menjadi satu keluarga. Kami selalu bersama di luar lapangan,” kata pengatur serangan Bintang Dogiyai FC.

 

Lison Goo mengaku dirinya telah dihubungi manajemen Persewar Waropen dan dalam waktu dekat dirinya akan bergabung dengan tim.

 

“Saya akan memberikan seluruh kemampuan saya untuk tim Persewar Waropen,” janji Lison.

 

Manajer Bintang Dogiyai FC, Alfred Fredy Anouw mengaku sangat senang dan bangga sekali atas dipanggilnya salah satu pemain andalannya.

 

“Saya bentuk tim ini tujuannya untuk mengorbitkan anak-anak muda untuk bisa menjadi pemain bola di liga II dan liga I,” katanya dengan bangga, Rabu (20/4) siang di Nabire.

 

Untuk ke depan, kata anggota DPR Papua dari dapil Meepagoo ini, harus ada pemain bola yang terlahir untuk bisa  tampil di tim-tim besar di liga II dan liga I bahkan sampai di luar negeri dari tim Bintang Dogiyai FC maupun tim-tim lain dari wilayah Meepagoo.

 

“Ini harapan dan impian terbesar saya sebagai penikmat sepakbola. Itulah mengapa saya bentuk tim Bintang Dogiyai FC di Nabire. Harus ada pemain bola yang terlahir dari tim ini maupun tim-tim lain dari wilayah Meepagoo,” kata manajer muda ini.

 

Dipanggilnya Lison Goo ke tim Persewar Waropen ini menjadi motivasi yang kuat untuk para pemain lain.

 

Maka itu, pria yang biasa disapa dengan AFA ini mengajak anak-anak muda untuk tinggalkan hal-hal negatif. Ia mengaku membuka pintu lebar-lebar kepada anak-anak usia muda untuk bergabung dengan tim Bintang Dogiyai FC.

 

“Mereka akan dilatih Kepala Pelatih Gad Tekege. Kita tahu siapa Gad Tekege. Kepada adik-adik pemain bola yang tidak ada tim, kami buka pintu selebar-lebarnya,” jelas Anouw.

 

Lanjut Anouw, Saya berharap, selain Lison Goo, semoga ada pemain bola dari Nabire yang bisa dilirik direkrut oleh tim besar.

 

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.