4.695 warga masih mengungsi di Yahukimo, SPPY desak gereja segera turun tangan

  • Bagikan
Warga sipil Papua yang mengungsi di hutan akibat kebrutalan operasi militer

Jayapura, (WAGADEI) – Solidaritas Peduli Pengungsian Yahukimo (SPPY) bersama mahasiswa dan pemuda menyerukan kepada semua elemen masyarakat, terlebih khusus kepada dedominasi gereja-gereja di kabupaten Yahukimo agar segera turun tangan menangani rakyat Yahukimo yang hingga sampai saat ini masih berada di tempat-tempat pengungsian.

Desakan ini disampaikan, pasalnya dari data yang dihimpun, ada sebanyak 4.695 warga dari 13 kampung yang sampai saat ini masih mengungsi di dua tempat, bagian atas sebanyak 3.600 orang dan bagian bawah sampai ke daerah Asmat sebanyak 1.095 orang.

“Dan ada 15 kampung tempat pengungsian yang dibuat dengan daun-daun untuk bertahan hidup sampai saat ini di Distrik Suru-Suru,” ungkap Agus Matuan, ketua SPPY, kepada wagadei.com, Minggu (9/1/2022).

Tak hanya itu, lanjut dikatakan, ada dua SD Negeri, dua SMP Negeri dan dua Puskesmas yang sudah dikosongkan. Termasuk juga tiga Gereja Kingmi.

Ditempat sama, Hebo Puso, anggota SPPY, menyatakan gelombang pengungsian terus terjadi di seluruh tanah Papua. Puluhan orang Papua meninggal dunia, puluhan bayi lahir di hutan, ribuan rakyat Papua masih berada di pengungsian.

Bahkan pengungsian, lanjutnya, tidak hanya terjadi di Yahukimo. Sejak 2018 rakyat Ndugama mengungsi, Intan Jaya, Pengunungan Bintang, Maybrat, Puncak Jaya dan Timika.

“Tetapi sampai saat ini belum ada jaminan hukum. Belum juga tahu berapa jumlah pasti rakyat yang meninggal, berapa bayi yang lahir di hutan, berapa banyak kampung yang dikosongkan di seluruh tanah Papua,” tuturnya.

Ironisnya, tekannya, tidak ada yang menginformasikan dan mengumumkan secara terbuka kepada seluruh rakyat Papua di 7 wilayah adat oleh gereja-gereja di Papua atau pemerintah bahkan lembaga-lembaga kemanusiaan.

“Karenanya, kami solidaritas peduli pengungsi menyerukan sekarang kepada semua pihak, terlebih khususnya kepada gereja-gereja di Papua (tokoh agama) agar dapat segera memperhatikan rakyat di seluruh tanah Papua pada umumnya. Dan gereja di Papua harus memberikan kedamaian dan kenyamanan rakyat dalam tindakan nyata,” bebernya.

Berikut lima poin pernyataan sikap desakan SPPY:

1. Gereja segera datai pengungsi seluruh tanah Papua pada umumnya dan terlebih khususnya denominasi gereja di Yahukimo.

2. Pemerintah kabupaten Yahukimo segera mendesak TNI-POLRI untuk hentikan operasi militer pemukiman rakyat sipil dan menarik militer dari Suru-suru, pemukiman rakyat sipil.

3. Semua elemen Gereja, Tokoh Adat, Mahasiswa-ikatan dan yang berkepentingan atas nama kemanusiaan untuk segara melakukan penanganan dan pulangkan rakyat di Suru-suru dari tempat pengungsian ke tempat aman.

4. Kami sampaikan kepada semua dedominasi gereja-gereja di Papua pada tahun 2022 ini, gereja datai umat Tuhan yang terus pengungsi dan lebih fokus tangani umat di pengungsian.

5. Indonesia segera hentikan segala bentuk kejahatan kemanusiaan dan mencari jalan damai untuk rakyat Papua rasa aman dan menyatakan kehendaknya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *