Kadepa desak polda Papua bebaskan 8 delapan mahasiswa pengibar bendera bintang kejora 

Jayapura,(WAGADEI) – Demi kemanusiaan, Laurenzus Kadepa, Anggota komisi I dewan perwakilan rakyat (DPR) Papua  mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Polda) Papua,bebaskan 7 mahasiswa pengibar bendera bintang kejora di halaman gedung olahraga (GOR) kota Jayapura,Rabu,(1/12/2021) lalu.

 

” Kami hargai proses hukum itu, apalagi aksi pengibaran bintang kejora telah terjadi samping Mapolda. Tetapi dengan pertimbangan kemanusiaan dan lainnya, mohon Polda Papua pertimbangkan agar mereka bisa dibebaskan,” kata Kadepa kepada wagadei.com via seluler,selasa,(7/12/2021).

 

Kadepa mengakui 8 mahasiswa itu mengibarkan bendera bintang kejora yang dilarang undang-undang tetapi bukan berarti setelah berkibar Papua Lansung merdeka.

 

” Saya akui ada pengibaran bintang kejora pada tanggal 1 Desember 2021 baru-baru ini. Tapi setelah pengibaran bintang kejora tidak mungkin Papua Lansung merdeka. Maka,Polda Papua sekali lagi  tolong pertimbangkan untuk bebaskan para mahasiswa ini,” tuturnya.

 

Menurut Kadepa, hal yang paling penting untuk dilihat bersama adalah, setelah bendera bintang kejora dikibarkan depan GOR Jayapura, tetap saja aman, tidak ada konflik dan biasa saja.

 

” Untuk itu, kepada semua pihak, mari kita bijak melihat persoalan Papua secara komprehensif,” imbuhnya

 

Ia berharap, melalui peristiwa ini semua pihak dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Papua dan lembaga lainnya, untuk dapat merefleksikan diri dan bersinergi untuk melihat Papua dengan Pola baru, pendekatan baru dan kebijakan yang baru.

 

” Saya harap, dengan adanya peristiwa ini kita semua ( Presiden, Gubernur, TNI/POLRI, Para legislatif, eksekutif, lembaga-lembaga independen-dan lembaga lainnya ) untuk merefleksikan diri dan kelompoknya agar  bersinergi melihat Papua dengan pola baru, pendekatan baru dan kebijakan baru,” harapnya.

 

Sebelumnya, seperti dilansir cnnindonesia.com,jumat,(3/12/2021),Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan,delapan warga Papua yang menjadi tersangka makar usai mengibarkan bendera bintang kejora di Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih, Jayapura, Rabu (1/12), terancam penjara seumur hidup.

 

“Iya benar, terancam hukuman penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasi, Jumat (3/12).

 

Dalam kasus ini, Kamal menyebut kepolisian menerapkan Pasal 106 KUHP jo Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP tentang Permufakatan untuk Melakukan Kejahatan terhadap Keamanan Negara.

 

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.