DPRP pokja otsus pertanyakan penggunaan museum noken

  • Bagikan

Jayapura,(WAGADEI) – Dewan perwakilan rakyat Papua (DPRP) kelompok kerja (Pokja) otsus,John NR.Gobai pertanyakan fungsi museum noken yang di bangun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia di provinsi Papua pada tahun 2013 namun hingga kini belum di fungsikan.

 

Hal ini disampaikan,John NR. Gobai kepada media ini dalam pers releasenya,Sabtu,(4/12/2021).

 

Gobai menjelaskan,dana pembangunan museum noken yang dibangun pada 2013, bersumber dari APBN yang dianggarkan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun sejak bangunan Museum Noken rampung hingga kini belum difungsikan.

 

” Museum Noken bagus sudah dibangun. Namun sayangnya belum di fungsikan,” tuturnya.

 

Lanjutnya, beberapa waktu lalu saya baca di media, museum noken ini telah dihibahkan Kementerian Pendidikan terkait kepada Pemerintah provinsi (Pemprov) Papua. Namun, setelah dilimpahkan ke pemprov sekalipun belum di urus agar museum noken dapat digunakan.

 

Ia berharap, dengan beralih status kepemilikan dari Kemendikbud kepada pihak Pemprov Papua, pemprov dapat membentuk UPTD Noken agar museum noken dapat digunakan sebagai lokasi pameran noken,tempat menjual noken dan tempat pelatihan memintal dan menganyam noken oleh semua orang Papua.

 

” Kemendikbud sudah alihkan status kepemilikan ke Pemprov Papua. Saya harap, pemprov segera membentuk UPTD Noken agar museum ini di gunakan sebagai lokasi pameran noken,tempat jual noken dan tempat pelatihan memintal dan menganyam noken oleh semua orang asli Papua dengan karakteristik yang dimiliki masing-masing suku di Papua,” harapnya.

 

Ia juga menginginkan, ke depan Museum Noken menjadi sebuah icon wisata bernilai budaya di Kota Jayapura bersama dengan taman budaya Expo Waena sebagai taman budaya Papua.

Menurut Gobai, Museum Noken ini salah- satu aset penting di daerah yang mesti dijaga dan difungsikan.

 

” Museum Noken ini sangat bagus. Pemprov Papua segera fungsikan Museum Noken yang terletak di Expo Waena, Kota Jayapura,” ujarnya.

 

Seperti yang dilansir jubi.co.id,Minggu 5/12/2021, mama Mince Adii,Pengrajin Noken juga berharap, pada momentum HUT ke-9 Noken Papua atau Hari Noken Sedunia ini, pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat harus mau memasukkan noken ke dalam materi Muatan Lokal di setiap sekolah, sesuai karakteristik wilayah dan budaya masing-masing.

“Kami minta agar siapa pun yang berada di wilayah budaya Meepago, wajib belajar tentang noken dengan karakteristik Meepago. Dan siapa pun yang berada di daerah Domberai wajib belajar membuat noken dengan karakteristik Domberai,” tuturnya.

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *