Formator dan Frater di 5 Keuskupan Papua diminta hidup dan lakukan pelayanan seperti St. Yusuf

  • Bagikan
Hidup bersahabat - (Ist/Wagadei)

Jayapura, (WAGADEI) – Seminari Tinggi Interdiosesan Yerussalem Baru (STIYB) Santo Yoseph, Abepura, Jayapura, melakukan acara Konferensi Spiritual Rekoleksi sekaligus tutup tahun, di ruang aula sekolah tinggi tersebut, Jumat (4/12/2021).

Acara tersebut diikuti oleh para Formator dan Frater dari 5 Keuskupan di tanah Papua, Keuskupan Agung Merauke, Agats-Asmat, Sorong-Manokwari, Jayapura dan Keuskupan Timika.

Pst. Marten Siltubun, Pr, pemateri, sesuai tema “Calon Imam yang Tulus dan Sigap” dalam materinya menyampaikan sebagai imam dan calon imam harus berlatih hidup bersolider agar dapat hidup dalam setiap wadah atau komunitas.

“Solider tidak hanya dalam perjalanan menuju panggilan Tuhan, tetapi juga solider dalam persoalan-persoalan hidup dengan dilandasi oleh nilai cinta kasih, dan kerendahan hati sambil terus berdedikasi diri dan berefleksi diri,” ucapnya.

Hidup bersolider dimaksudnya, yakni hidup kasih dan cinta, ketulusan dan kerendahan serta keikhlasan hati seperti diajarkan St. Maria dan St. Yusuf.

“Dimana Santo Yusuf mengajarkan agar tekun belajar, bercermin dan berperan di dalam hidup dan sikap. Ia bermisi ke dalam diri, tidak mengelu, berani dan banyak berkorban, tahan uji, orang beriman yang sejati, setia, kreatif, seni kebapaan serta tanggung jawab atas tugas. Maka dalam melakukan pelayanan, kita harus seperti St Yusuf, sang proyek keselamatan. St Yusuf guru spiritual kita yang baik,” jelasnya.

Konferensi Spritual ini pun diakhiri dengan dua pertanyaan refleksi, yakni; Sudahkah aku menjadi St. Yoseph yang menjadikan wali dilakukan ayah Yesus?, Dan Sudahkah aku “Mengadopsi” dan ” Membiarkan” Yesus terlahir dengan bebas di dalam diri dan panggilanku?.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *