Sambut HUT noken sedunia, beberapa komunitas anak muda di Nabire gelar lomba anyam noken dan futsal

  • Bagikan
Dua tim futsal yang ikut meriahkan lomba sambut HUT Noken Sedunia di Nabire - (Elias Douw/Wagadei)

Nabire, (WAGADEI) – Dalam rangka sambut HUT Noken Sedunia ke-9, 4 Desember 2021 mendatang, beberapa komunitas anak muda di kabupaten Nabire mengadakan lomba anyam noken dan futsal.

Komunitas anak-anak muda tersebut diantaranya, komunitas Komee, APAP, Koname, Sereo, Papuan’sPhoto Meepago dan media Jubi. Mereka tergabung menjadi tim penyelenggara kegiatan.

Kedua lomba itu dimulai Rabu (24/11/2021) kemarin dan dibuka langsung oleh ketua KONI kabupaten Nabire, Jhon Adii, di lapangan futsal Karya Papua, Kalibobo, Nabire.

Dihadapan undangan, simpatisan dan peserta kedua lomba, Jhon mengatakan pihaknya menyambut baik kedua lomba yang diselenggarakan anak-anak muda dalam rangka menyambut HUT noken Sedunia ke-9 yang akan dirayakan pada 4 Desember 2021 mendatang.

Mengingat pentingnya kedua lomba, ia meminta agar untuk futsal, semua tim yang bertanding selama turnamen dapat menjaga ketertiban dan keamanan dengan menjunjung tinggi sportifitas dalam maupun luar lapangan. Serta tidak melakukan hal-hal yang berujung merugikan pribadi maupun tim.

“Dan kami harapkan kepada tim juri dan wasit juga agar dapat berjiwa netral selama memimpin setiap pertandingan,” mintanya.

Tim yang mendaftar lomba futsal, Getir Fc, Maranatha Fc, Bomou Fc, Dogiyai Star, Nalan Fc, 06 Fc, Wimagaati Fc dan Petra Rawa Fc.

Supaya, kata dia, hasil diperoleh tim juara benar-benar dari kemampuan dimiliki dan dapat diterima baik oleh semua tim yang ikut berkompetisi.

“Lahirkan bibit-bibit olahragawan handal itulah yang kami KONI harapkan. Jadi tidak semata bikin kompetisi saja. Dan itu akan menjadi catatan penting buat kami KONI supaya kedepan kalau ada kejuaraan antar daerah, kami bisa utus mereka yang punya skil dalam olahraga untuk mewakili Nabire,” ungkapnya.

Sedangkan untuk lomba anyam noken, Melianus Kotouki, koordinator umum kegiatan, disaat bersamaan mengatakan lombanya tidak ciri khas dari satu suku saja melainkan dari semua suku yang ada di 7 wilayah adat Papua.

“Jadi selain lomba, untuk noken, kami juga akan bikin pameran supaya hasil nyaman noken dari para peserta bisa dipamerkan. Ini karena semua suku di Papua punya cara anyam noken beda-beda. Sehingga menjadi penting untuk kita orang Papua harus saling mengenal jenis anyaman noken dari tiap daerah atau suku yang ada,” bebernya.

Akhir dari semua atau pada hari puncak penyerahan hadiah kepada para pemenang (4 Desember 2021), kata dia, pihaknya akan menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan membuat konser musik live.

“Dan yang main musik sendiri nanti kami akan undang anak-anak Papua yang punya bakat di musik. Untuk itu, kami harapkan semua kegiatan yang akan kami buat dapat didukung. Karena kalau sukses, kedepan dimomen-momen lain bisa kami buat lebih meriah lagi,” terangnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *