IPMADO Nabire tolak keras tiga perusahaan masuk di Dogiyai

  • Bagikan
Pelajar dan mahasiswa IPMADO di Nabire saat gelar jumpa pers tolak tiga perusahaan masuk di wilayah Kab. Dogiyai, Sabtu (14/11/2021). (Yudas Magai/Wagadei)

Nabire, (WAGADEI) – Pelajar dan mahasiswa asal kabupaten Dogiyai di Nabire menolak dan mengutuk keras segala bentuk kebijakan bersifat otoriter masuk di wilayah administrasi kabupaten Dogiyai.

Kebijakan dimaksud para murid dan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa kabupaten Dogiyai (IPMADO) itu, perencanaan masuknya tiga perusahaan, yakni perusahaan kopi, perusahaan ekspor-impor sayuran dan perusahaan tambang emas, di Dogiyai.

Mereka menyatakan menolak karena kebijakan yang sifatnya otoriter dan sepihak tidak boleh ada dan masuk di Dogiyai.

“Bukan hanya tiga perusahaan itu, pokonya perusahaan apapun tidak boleh masuk di Dogiya. Kami pelajar dan mahasiswa Dogiyai dari Nabire tegas tolak,” tegas Oktovianus Pekei, ketua koordinator para mahasiswa aksi jumpa pers yang digelar Sabtu (14/11/2021).

Ia meminta karena sudah jelas sifatnya otoriter dan juga ilegal, pemerintah pusat dan daerah harus hentikan perencanaan sedang dilakukan tersebut.

“Mau Pempus, Pemprov dan kabupaten, harus sama-sama hentikan,” tegasnya lagi.

Jika ingin masuk, kata dia, harus lakukan musyawarah terlebih dahulu secara terbuka dan bersama dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Dogiyai sebagai pemilik hak tunggal daerah.

“Tujuannya mendengar aspirasi semua pihak untuk diperbolehkan masuk atau tidak. Itu dulu, jangan seenak terobos. Harus hargai pemilik daerah,” tekannya.

Keberadaan perusahaan dimana-mana, kata dia, tidak pernah membawa dampak baik. Masyarakat menjadi korban bulan-bulanan. Masa depan terancam.

“Akan hidup melarat, miskin. Bahkan nyawa pun jadi taruhan. Itu yang selalu ada. Maka sekali lagi, kami tolak perusahaan-perusahaan itu masuk di Dogiyai,” tukasnya.

Selain tiga perusahaan itu, mereka menolak juga persiapan pembangunan Koramil dan Mako Brimob di kabupaten Dogiyai

“Kami bersama rakyat Dogiya sudah tolak Koramil dan Mako Brimob. Maka jangan pemerintah paksakan,” sambung Martinus Dogomo, penanggung jawab aksi jumpa pers.

Dikatakan, daerah Dogiyai aman. Tidak perlu ada lagi Koramil dan Mako Brimob.

“Kenapa kami tolak, karena kalau ada Koramil dan Mako Brimob justru malah akan bikin daerah tidak aman,” tuturnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *