“Lukas Enembe bertopeng Suharto”: Surat ketua BEM FISIP Uncen untuk Gub. Papua

  • Bagikan
Kiri L. Koreman, ketua BEM FISIP Uncen Jayapura. (Ist/Wagadei)

Nabire, (WAGADEI) – Melihat situasi kabupaten Intan Jaya yang kini menjadi wilayah perang antara TPNPB versus militer Indonesia, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura, Kiri L. Keroman, membuat sebuah surat yang ditujukan kepada gubernur Papua Lukas Enembe.

Koreman memberi judul suratnya; “Lukas Enembe bertopeng Suharto”.

Dalam suratnya, Koreman menyebut perang di Intan Jaya semakin gencar dikarenakan berdasarkan surat Perintah Gubernur Lukas Enembe, nomor surat 540/11625/set Tertanggal 24 juni 2020 Jayapura tentang Wilayah Ijin Usaha Pertambanhan Khusus (WIUPK) yang diberikan kepada Mining Industry Indonesia(Mind ID) untuk melakukan pertambangan liar di gunung Blok Wabu Intan Jaya.

Menurutnya, dengan adanya surat ditandatangani LE secara langsung memberikan mandat kepada Jakarta untuk membunuh rakyat Papua serta menguasai dan merampas sumber daya alam orang Papua.

Tujuannya, dikatakan, mengirim militer dalam skala besar untuk gunung-gunung sekitaran Wabu disterillkan demi menjadikan sasaran operasi Emas ilegal.

Selain menjelaskan hal-hal demikian, Koreman juga memuat 4 poin tuntutan kepada LE agar dipertanggungjawabkan. Berikut suratnya:

 

Surat Terbuka untuk Kaka Lukas Enembe!

Kepada Yth:
Gubernur Papua, Lukas Enember, S.IP.,MH.

Lukas Enembe bertopeng Suharto

Melihat situasi Intan Jaya, ibu kota Sugapa yang menjadi wilayah perang antar TPNPB versus militer Indonesia sedang digencarkan dalam skala besar secara nyata kepada masyarakat sipil di Bilogai, Intan Jaya, pada 26-30 Oktober 2021. Dimana dua anak usia dini tewas dengan timah panas milik aparat militer Indonesia. Sebanyak 1.955 warga sipil mengungsi di gereja katolik Paroki St. Mikael Bilogai Intan Jaya. Namun demikian, operasi militer sedang berlangsung hingga detik ini.

Sudah terbukti, bahwa berdasarkan Perintah Gubernur Lukas Enembe, nomor surat (540/11625/set) [tertanggal Jayapura 24 juni, 2020]. Lukas Enembe sudah memberikan mandat rekomendasi kepada Wilayah Ijin Usaha Pertambanhan Khusus (WIUPK). Lukas Enembe sudah memberikan Ijin kepada Mining Industry Indonesia(Mind ID) untuk melakukan pertambangan liar di gunung Blok Wabu Intan Jaya.

Jadi, anda LE sudah memberikan mandat kepada Jakarta untuk membunuh rakyat Papua serta menguasai dan merampas sumber daya alam orang Papua. Dampak ijin (WIUPK) membawah malapeta terhadap masyarakat sipil Intan Jaya, mereka sedang mandi berlumuran darah di atas tanahnya mereka, lalu anda sedang eforia menikmati senja terbenam.

Militer Indonesia sedang melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat Intan Jaya atas perintah anda (LE) pada 24 Juni 20. Masyarakat sipil Intan Jaya sedang diburu habis-habisan. Ribuannya mengungsi dan yang lain ditembak mati oleh aparat militer. Lalu gunung-gunung sekitaran Wabu disterillkan demi menjadikan sasaran operasi Emas ilegal.

Apakah anda belum sadari bahwa dengan surat yang dikeluarkan 24 Juni 20 tersebut sudah menerkam ribuan nyawa yang anda tumbalkan?. LE sedang ikut turut serta melakukan kejahatan kemanusiaan bersama Jakarta kepada masyarakat Intan Jaya, West Papua.

LE bertopeng Suharto, sudah terbukti, bahwa kaka Lukas Enembe bertopeng “SOHARTO”. Yang notabene sebagai pembunuh berdarah dingin. Yakni rakyat Intan Jaya sedang berlumuran darah dan dan nyawa hingga 1.955 terancam timah panas. Kini terlihat bahwa praktek-prakrek LE sama persis dengan rezim Suharto. Rakyat menjadi tumbal di mana-mana seperti Intan jaya, Nduga, Peg. Bintang, Maybrat, Yahukimo, Puncak Ilaga dsb. Anda adalah aktor utama pembunuh rakyat papua!.

Dengan mandat yang anda berikan, Jakarta kini mati-matian pertahankan ‘Gunung Emas’ Wabu dengan kekuatan militer, tanpa sedikit pun memikirkan keselamatan nyawa masyarakat sipil. Pernyataan anda setahun lalu, “apabila satu nyawa orang papua di tembak, maka saya akan laporkan ke PBB”, sampai hari ini rakyat sipil mati dimana-mana anda tidak pusing, malas tahu, abaikan dan tidak tepati janji manis palsu.

Saya sebagai mahasiswa Papua yang peduli keselamatan masyarakat sipil Intan Jaya, dari ancaman militerisme meminta:

Pertama, Kaka LE segera mencabut surat ijin pertambangan ilegal yang ditujukan kepada Mining industry Indonesia(Mind Id), sebab mengorbankan ribuan rakyat sipil di Intan Jaya.

Kedua, LE segera bertanggung jawab atas semua nyawa rakyat sipil yang mati ditembak oleh aparat militer. Sebab semua itu terjadi atas landasan surat yang anda keluarkan.

Ketiga,hentikan operasi militerisme kepada rakyat sipil di Sugapa, Intan Jaya!

Demikian surat, ini sebagai desakan dan tamparan keras untuk membangkitkan kaka LE dari ketiduran. Serta segera menindak lanjuti demi junjung tinggi nilai kemanusiaan bagi rakyat Papua.

Kiri L. keroman
Ketua BEM Fisip Uncen

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *