SMAN 1 plus KPG dan FKIP Uncen Nabire buka posko pengungsi Intan Jaya

  • Bagikan

Nabire, (WAGADEI) – Sekolah menengah atas (SMA) Negeri 1 Nabire barat dan kelas Fakultas keguruan ilmu Pendidikan Universitas Cenderawasih (UPP PGSD FKIP Uncen) Nabire, membuka posko untuk pengungsi Intan Jaya yang di pusatkan di sekretariat himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) FKIP PGSD Nabire di SP1, Kecamatan Nabire Barat, Kabupaten Nabire,Papua.

 

Kepada wagadei.com, Minggu (14/11/2021), Frengky Pigome,Ketua HMJ FKIP PGSD Nabire menjelaskan, Posko peduli kemanusiaan untuk pengungsi Intan Jaya dibuka untuk mengumpulkan donasi berupa pakaian,bahan makanan,uang dan lain-lain yang selanjutnya akan di berikan kepada korban konflik (Pengungsi) Intan Jaya.

 

” Kami buka posko ini karena kami peduli kemanusiaan. Disini, kami akan kumpulkan bahan makanan,pakaian,uang dan lain-lain untuk kami berikan kepada pengungsi Intan Jaya yang menjadi korban aksi tembak-menembak antara Tentara Pembebasan  Nasional Papua Barat (TPNPB) dan aparat keamanan (TNI/POLRI) di Intan Jaya,” tuturnya.

 

Lanjutnya, Kami pelajar dan mahasiswa tetap akan berdiri independen. Kami tidak memihak aparat keamanan (TNI/POLRI) ataupun TPNPB. Ini murni karena kami peduli kemanusiaan terlebih perempuan dan anak yang menjadi korban konflik Intan Jaya.

 

Pihaknya juga menegaskan, Pemerintah republik Indonesia untuk menarik kembali seluruh pasukan organik maupun non organik yang berada di seluruh Papua karena kehadiran mereka (aparat keamanan TNI/POLRI) sangat meresahkan masyarakat asli Papua.

 

” Presiden Jokowi Widodo segera tarik seluruh pasukan organik maupun non organik yang tersebar di Intan Jaya, Maybrat, pegunungan bintang,Nduga,Puncak Jaya, dan seluruh pelosok tanah Papua. Kehadiran mereka tidak memberikan rasa aman untuk masyarakat adat,” tegasnya.

 

Di tempat yang sama, Ketua organisasi intra sekolah (OSIS) SMAN 1 Plus KPG Nabire menambahkan, dengan melihat banyak korban mengungsi akibat kontak senjata yang berkepanjangan di Intan Jaya ke Nabire, pihaknya termotivasi untuk membuka posko peduli kemanusiaan Intan Jaya di Nabire.

 

” Saya lihat. Banyak sekali orang tua dan adik-adik saya mengungsi keluar daerah karena konflik yang berkepanjangan sejak 2019-2021 di Intan Jaya. Maka, saya bersama teman-teman dan seluruh mahasiswa kelas FKIP Nabire mengambil inisiatif untuk buka posko,” tuturnya.

 

Ia berharap, Seluruh warga di kota Nabire turut berpartisipasi memberikan sumbangsih di Posko peduli pengungsi Intan Jaya.

 

” Saat ini masyarakat Intan Jaya butuh sentuhan kasih dari sesama manusia lain. Saya harap semua masyarakat Papua di Nabire harus berkontribusi memberikan perhatian kepada para korban konflik Intan Jaya dengan sedikit berikan sumbangsi berupa bama,pakaian dan Uang. Tuhan Memberkati,” harapnya.

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *