Mama yang ditembak di Intan Jaya bakal dirujuk ke Mimika, DPR Papua kutuk pelaku

Korban Mama Agustina Undou Rabu, (10/11/2021) - Ist

Jayapura(WAGADEI) – Peristiwa penembakan kembali terjadi lagi di kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Selasa, (10/11/2021). Kali ini seorang mama menjadi korban penembakan. Mamba merupakan daerah perkantoran pemerintahan yang dialihfungsikan menjadi tempat pos Aparat Keamanan gabungan.

Awalnya, mama yang diketahui bernama Agustina Undou warga sipil dari kampung Dibuga itu belanja bahan makanan bersama sejumlah mama lainnya di Yokatapa, Ibukota Kabupaten Intan Jaya.

Seorang warga Intan Jaya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, korban mengalami luka tembakan serius di bagian kanan perut persis di ujung bawah rusuk.

“Mama ini namanya Agustina Undou dari kampung Dibuga. Kejadian yang kira-kira jam 10 pagi di Mamba,” kata warga tersebut.

Menurut dia, Mama Agustina Undou kini sedang dirawat di Puskesmas Yokatapa.

“Tadi sebenarnya mau amankan di Pastoran Bilogai karena trauma atas kejadian sebelumnya yaitu dua pemuda yang tewas di Puskesmas saat jaga saudaranya. Tapi karena banyak pendarahan, sehingga disuruh bawah ke Puskesmas, dan keluarganya jaga mama itu di Puskesmas Yokatapa,” ungkapnya.

Akibat keterbatasan alat kesehatan dan menjaga psikologi tim medis di Puskesmas tersebut, keluarga dan pihak kemanusiaan memutuskan untuk dirujuk ke sebuah rumah sakit di Kabupaten Mimika.

“Atas keputusan keluarga dan besok akan diterbangkan ke Timika untuk pengobatan lebih lanjut di sana,” kata dia.

Saat pihaknya mengantarkan Mama tersebut, pihaknya telah menyampaikan kepada pihak keluarga yang hendak menjaga bahwa jika Aparat Keamanan datangi harus melakukan komunikasi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan bersama.

“Kami kasih tahu juga bila keamanan datang segera kontak, supaya tidak terjadi seperti tiga pemuda yang mati sebelumnya. Dan tidak berdampak kepada tim medis di Puskesmas,” ujarnya.

“Tadi kami dari pihak Pemda Intan Jaya dan Gereja ke Puskesmas dan pastikan tidak ada pihak aparat keamanan yang jaga. Kami minta supaya suami bersama anaknya, dan salah satu perawat lokal jaga,” kata dia.

Ia mengatakan, penembakan diduga dilakukan oleh aparat keamanan yang berada di daerah Mamba.

“Katanya ditembak oleh pihak TNI. Katanya kejadian tembak tadi saat Mama ini bersama beberapa mama lainnya, setelah belanja dan hendak balik ke kampung mereka langsung terjadi penembakan,” ucapnya.

Kapolres Persiapan Intan Jaya dan Dandim Persiapan Intan Jaya namun tidak terhubung akibat koneksi jaringan Telkomsel. Pesan di WhatsApp juga tak diindahkan.

Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa mengutuk kepada siapapun pelaku yang tembak mama Agustina Ondou (21) merupakan orang yang paling biadap.

“Anda tak berperikemanusiaan. Anda tak beragama,” tegasnya.

Kadepa mempertahankan, kenapa saat ini yang korban Mama, anak, hamba Tuhan dari konflik antara TNI Polri dan TPN-PB OPM? Ada apa dengan pendropan pasukan militer di Intan Jaya dalam jumlah besar?.

“Korban dari semua kelompok sudah banyak dengan kebijakan militer oleh negara. Kenapa Pemerintah Pusat tidak mau evaluasi kebijakan militer ke daerah konflik ? Ada apa dengan kelompok TPN PB memilih lokasi perkampungan warga menjadi tempat operasi?,” tegasnya bertanya.

Demi Kemanusiaan ia minta kepada Pemerintah Pusat segera tarik militer dari Intan Jaya dan kabupaten lain yang sedang konflik dan pihak TPN-PB segera menghindar dari lokasi perkampungan masyarakat.

“Dan pemerintah pusat dan Daerah segera mencabut ijin usaha tambang blok Wabu Intan Jaya Papua,” ujarnya. (*)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.