Wisuda angkatan kedua; STK Touye Paapa Deiyai Luluskan 27 Sarjana Pendidikan

  • Bagikan
Dirjen Bimas Katolik RI, Yohanes Bayu Samodro dan Administrator Keuskupan Timika Pater Marthen Ekowaibii Kuayo Pr bersama 27 lulusan STK Touye Paapa Deiyai usai wisuda, Jumat, (5/11/2021) - Marius Goo/wagadei.com

Tigi, (WAGADEI) – Sebanyak 27 lulusan Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapa (STK TP) Deiyai mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung di kampus baru Damaabagata, Distrik Tigi Timur, Kabupaten Deiyai, Jumat, (5/11/2021). Prosesi wisuda dipimpin Ketua STK TP Deiyai, Oktopianus Pekei bertindak sebagai Ketua Senat.

Wisuda sarjana pendidikan (S.Pd) kali ini merupakan angkatan kedua setelah perguruan tinggi ini melakukan wisuda angkatan pertama di Waghete tahun 2020 lalu.

Ketua STK Touye Paapa Deiyai, Oktopianus Pekei dalam sambutannya mengatakan, cerita sebelumnya orangtua wali wisudawan ke kota untuk menyaksikan acara wisuda dengan mengeluarkan biaya hidup yang besar dan perjalanan yang besar.

Baca: https://wagadei.com/2021/11/03/misa-perutusan-stk-touye-paapa-deiyai-menjadi-pribadi-yang-dikehendaki-yesus/

“Namun, sebagian orangtua wali dirasa legah ketika memyaku anaknya wisuda di kampung halamannya sendiri untuk menimalisir biaya yang dikeluarkan. Dan hari ini terjadi di Deiyai, STK Touye Paapa lakukan di tempat terbuka yang kedua kalinya,” kata Pekei.

Para wisudawan dua angkatan STK TP menjadi peluang lapangan kerja di bidang pendidikan dan pewartaan Injil Kristus di seluruh wilayah pelayanan baik Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai Intan Jaya, dan Mimika, Papua pada khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya.

Ia mengaku, awal kehadiran STK TP banyak pihak dan warga pribadi ragu dan kwartir atas legalitas Sekolah Tinggi, namun semua keraguan dan kekhwatiran menjadi nyata ketika mendapat akreditasi dari BAN-PT.

“Acara wisuda dua angkatan dihadiri oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, wisudawan menyandang gelar sarjana pendidikan (S.Pd) mendapat ijasah dalam sebulan setelah wisuda dengan nomor seri ijasah dari Dikti, bagi alumni sudah mendapatkan lapangan kerja,” kata dia.

Ia mengapresiasi semua stakeholder, mulai dari Dirjen Bimas Katolik Republik Indonesia yang hadir hingga semua umat Meeuwodide (tanah air suku Mee) yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

“Saya juga memberitahukan, tahun 2022 akan dilakukan pengajuan akreditas program studi,” katanya.

Administrator Diosesan Keuskupan Timika, Pater Marthen Ekowaibi Kuaya Pr yang turut berbangga dengan wisuda yang dilaksanakan.

“Saya tidak menduga akan terjadi hal seperti ini, sejak umat Dekenat Paniai memutuskan membuka Sekolah Tinggi Katolik dari Paroki Diyai tahun 2014,” kata Kuayo.

Selanjutnya, kata Kuayo, STK TP menjadi kebanggaan umat di Meuwo secara khusus dan Papua pada umumnya. Karena itu, ia mengucapkan terimakasih yang berlimpah kepada mendiang Uskup Jhon Philip Saklil Pr, terlebih memikirkan tenaga Pastor untuk melanjutkan studi Strata 2 (S2) untuk memperkuat tenaga di STK.

Dirjen Bimas Katolik RI, Yohanes Bayu Samodro mengatakan, perkembangan STK TP turut membantu Kementerian Agama dalam membantu negara Indonesia di bidang Keagamaan Katolik.

“Saya imbau kepada alumni untuk tidak lupa almamater, harus membuat ikatan alumni dalam mendukung akreditasi institusi maupun program studi,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi tentang acara wisuda yang dilaksanakan. Menurut dia, acara wisuda ini tidak hanya merupakan peristiwa membahagiakan.

“Membahagiakan karena telah sukses, namun mengharukan karena mengenang kembali suka-duka, lelah dan derita yang dilaluinya. Sehingga perlunya kerja sama dari semua pihak dalam usaha mengembangkan sekolah ini,” katanya. (*)

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *