Misa Perutusan STK Touye Paapa Deiyai; Menjadi Pribadi Yang Dikehendaki Yesus

  • Bagikan
Usai perayaan Missio Canonica di gereja Katolik Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete, Rabu, (3/11/2021) - Matius Goo/wagadei.com

Tigi, (WAGADEI) – Sekolah Tinggi Katolik (STK) Touye Paapa Deiyai menggelar Misa Perutusan atau Missio Canonica dipimpin langsung oleh Administrator Keuskupan Timika, Pater Marten Ekowaibi Kuayo, Pr di Gereja Katolik Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete, Rabu, (3/11/2021).

Pada misa ini pihaknya mengusung tema “Yesus lantik dan utuslah aku untuk menjadi pribadi yang engkau kehendaki” itu dihadiri oleh sejumlah umat Paroki Waghete, orangtua atau wali dari mahasiswa yang menerimakan perutusan, juga civitas akademika STK Touye Paapa Deiyai.

Baca: https://wagadei.com/2021/10/22/27-mahasiswa-stk-touye-paapa-deiyai-menyandang-gelar-sarjana-pendidikan/

Berbeda dengan gelaran wisuda pada perguruan tinggi lainnya, perguruan tinggi swasta milik Keuskupan Timika, STK Touye Paapa Deiyai memiliki tradisi khas untuk menghantar lulusannnya menuju dunia kerja yang nyata sesuai bidang keahliannya.

Pater Marthen Ekowaibii Kuayo, Pr mengatakan kepada mahasiswa yang diutus untuk melepaskan segala miliknya, lalu menjadi milik Yesus Kristus.

“Memiliki Yesus yang dimaksud adalah memikul Salib. Memikul Salib Yesus secara konkrit adalah ketika menjadi guru, tidak meninggalkan sekolah, tempat di mana ditugaskan.

Kedua, beliau juga menghimbau untuk dengan menjadi guru, kembali ke kampung halaman, membangun kampung, mendidik masyarakatnya masing-masing,” ungkap Pater Marthe Ekowaibii Kuayo, Pr.

Menurut dia, terima Lilin, Salib, dan Kitab Suci sebagai alat pewartaan sehingga diminta baca apa yang tertulis dalam Kitab Suci lalu hayati apa yang dibaca dan wartakan apa yang diimani.

“Terima cahaya Kristus (Touye Paapaa) dan bawah terang ini untuk menerangi dirimu sendiri, keluarga, klien, marga dan sesama baik di sini maupun di seluruh dunia,” kata mantan Pastor Dekan Dekenat Paniai ini.

Rektor STK Touye Paapa, Oktopianus Marko Pekei mengatakan, Missio Canonica atau Misa Perutusan ini perlu dilaksanakan di Sekolah ini, sebab sekolah ini mencetak pendidik keagamaan Katolik.

Menurut Pekei, momen yang indah ini bukan merupakan akhir bagi perjuangan, melainkan awal dan bekal perjuangan. Selanjutnya mampu melewati berbagai tantangan lagi dalam pelayanan pastoral di tempat bertugas nanti.

“Lebih dari itu, kalian yang diutus juga lebih belajar banyak untuk selalu hidup rukun bersama, menjadi satu diantara sekian banyak individu yang berjalan dengan serasi dan selaras dalam masyarakat,” ujarnya. (*)

 

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *