Rencana Musda KNPI Papua dipaksakan ibarat “lompat pagar”

  • Bagikan
Elius Wenda, ketua Ampera Papua - Yas Wenda/Wagadei

Jayapura, (WAGADEI) – Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (Ampera) Papua menolak tegas rencana Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi Papua, yang akan digelar pada pertengahan atau akhir November mendatang di Wamena, Jayawijaya.

Elius Wenda, ketua Ampera, mengatakan pihaknya menolak karena kegiatan Musda sudah terlihat dipaksakan ibarat “lompat pagar.

“Kami tolak karena kami nilai kegiatan Musda itu ibarat lompat pagar. Terlalu dipaksakan. Ini kan tidak boleh. Benahi dulu masalah-masalah yang ada,” kata Elius kepada wagadei.com, Jumat (29/10/2021).

Masalah dimaksud, soal kepengurusan KNPI tingkat kabupaten atau DPC di 29 kabupaten/kota yang ada, karena hampir 70 persen belum digelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk pergantian pengurus. Ia menyebut, seperti di kabupaten Jayawijaya yang sesuai SK masa kerja ketua KNPI sudah lewat.

“Seperti itu yang kami minta dibenahi dulu. Bikin Muscab supaya ada ketua baru, mau definitif atau karateker. Jangan langsung Musda,” tekannya.

Tujuannya, dikatakan, agar ada legalitas hukum yang sah bagi para ketua DPC (definitif maupun karateker) ketika mengikut kegiatan Musda.

“Karena untuk ketua KNPI kabupaten Jayawijaya, Pemda Jayawijaya sudah tidak akui. Di daerah lain juga pasti begitu. Sekarang kalau dipaksakan, mau pake legalitas hukum apa,” imbuhnya bertanya.

Sebagai bentuk penolakan, ia mengaku pihaknya sudah koordinasi dengan Polres Jayawijaya agar tidak keluarkan ijin kegiatan selama Muscab tidak dilakukan.

“Intinya bikin Muscab, baru bikin Musda. Selama itu tidak, selama itu juga kami akan tolak terus. Karena kami nilai tindakan seperti ini melanggar amanat organisas,” tekannya lagi.

Sebelumnya, Salmon Robaha, ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia GMNI Cabang Kepulauan Yapen, Salmon Robaha, juga menolak Musda digelar.

“Kami menilai pelaksanaan Musda KNPI provinsi Papua seakan dipaksakan,  sebenarnya ada apa?. Kami melihat tidak memberikan bobot pembelajaran bagi mahasiswa dan seluruh OKP yang bernaung dibawah wadah KNPI ini,” ujarnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *