Ini dugaan TPN-PB OPM terhadap TNI dan Polri terkait korbannya dua anak kecil

Korban meninggal dunia, Nopelinus Sondegau (2 tahun) dipeluk erat mamanya setelah tewas - Ist

Jayapura, (WAGADEI) – Tewasnya Nopelinus Sondegau, balita berusia 2 tahun yang meninggal dunia, Rabu, (26/10/2021) dan Yoakim Majau (5 tahun) yang masih dirawat di RSMM Timika diduga dilakukan oleh aparat keamanan Indonesia di Intan Jaya.

Menurut Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB OPM) Kodap VIII Intan Jaya mengungkapkan bahwa TNI dan Polri menembak mati Nopelinus Sondegau yang sedang berada di dalam rumah karena tak menahan emosi atas tewasnya seorang anggota TNI.

“TNI dan Polri menembak anak kecil berumur dua tahun bernama Nopelinus Sondegau dan Yohakim Mazau berumur enam tahun karena mereka (TNI dan Polri) tak menahan emosi atas tumbangnya rekan mereka yang kami tembak oleh kami (TPN-PB OPM Kodap VIII Intan Jaya dan karena gagal upaya balasan Indonesia, akhirnya menembak anak kecil yang biasa bermain di depan pos Koramil Sugapa,” kata Komandan Operasi Umum TPN-PB OPM, Gusby Waker, Kamis, (28/10/2021).

Alasan kedua, menurut dia, misi Republik Indonesia melalui TNI dan Polri secepatnya menghabiskan sumberdaya manusia Papua untuk merebut sumberdaya alam di Papua

“Karena penelusuran kami atas penembakan terhadap kedua anak kecil yang menjadi balasan TNI adalah hal yang sangat tidak pantas di mata dunia dari hukum perang (humaniter), amun TNI sengaja menewaskan dua Anak laki-laki,” ujar Waker.

Ia mengatakan, bagi TNI dan Polri melihat setiap anak laki-laki asli Papua adalah persiapan SDM dalam segala bidang perjuangan menantang negara Indonesia, sehingga untuk aparat keamanan Indonesia di Papua dalam perang tidak membedakan sipil maupun militer serta laki-laki maupun perempuan.

“Mereka operasi tanpa membedahkan status, penembakan terhadap anak kecil, penembakan terhadap pendeta, penembakan terhadap perempuan sudah banyak kali terjadi di Papua,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Kabid Humas Polda) Papua Kombes Pol Ahmad Kamal mengatakan, Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah dengan menembak dua orang anak di Sugapa, Kabupaten Intanjaya, Papua. Satu anak meninggal akibat kejadian ini.

“Memang benar ada laporan seorang anak yang meninggal akibat luka tembak pada Selasa, (26/10/201) di Sugapa,” kata Kamal di Jayapura, Rabu (27/10/2021) malam dilansir CNN Indonesia.

Dari laporan yang diterimanya disebutkan bahwa kedua anak bersama orang tuanya saat itu sedang beraktivitas di luar rumah. Pada saat itulah keduanya terluka tembak hingga seorang di antaranya meninggal. (*)

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.