Ini kisah liku Elim Tabuni raih medali perak di PON Papua

  • Bagikan
Elim Tabuni (kanan) atlet Papua PON yang raih medali perak di cabang olahraga tarung derajat 61 kg, bersama pelatihnya Paul (kiri) - Yas Wenda/Wagadei

Jayapura, (WAGADEI) – Merasa bersyukur setelah lewati banyak tantangan, Elim Tabuni, atlet peraih medali perak di cabang olahraga tarung derajat 61 kg PON Papua, lakukan ibadah syukuran, Minggu (25/10/2021), di Dawer, Entrop, Jayapura.

Selain keluarga dan kerabatnya, di ibadah syukurannya itu, seluruh pelajar dan mahasiswa dari distrik Gelok-Beam, kabupaten Lanny Jaya, yang lagi mengenyam pendidikan di kota studi se-Jayapura, juga diundangnya.

Usai ibadah, dalam kesaksiannya, Elim mengaku tidak secara kebetulan lakukan ibadah syukuran. Menurutnya karena medali perak yang diraihnya bisa terjadi semata-mata hanya karena pertolongan dan tuntutan Tuhan.

“Banyak masalah saya hadapi. Pertama, waktu di final Popnas tahun 2019. Kaki saya cedera sangat parah. Sebenarnya PON kemarin saya tidak bisa ikut. Tapi karena ada doa dan semangat dari kalian keluarga, saya putuskan lanjut iku latihan. Puji Tuhan, saya bersyukur walau belum sembuh baik, di PON saya bisa masuk sampai final dan dapat medali perak,” ujarnya menceritakan liku perjalanannya masuk final di PON.

Bahkan di PON juga, pria kelahiran distrik Gelok-Beam Kab. Lanny Jaya itu masih alami masalah. Ia mengaku sebelum masuk final, tangannya sudah cedera (bengkak) akibat terbentur.

“Saya sudah tidak bisa. Mungkin karena itu saya kalah di final. Tapi tidak apa-apa,” bebernya.

Dari semua masalah dialaminya, (ada) satu masalah yang sempat membuat dirinya sangat frustasi adalah ketika persiapan jelang PON, mendapat kabar duka kakak perempuannya meninggal dunia.

“Waktu dengar kakak saya meninggal itu, saya frustasi sekali. Sudah putus asa tidak mau ikut PON. Tapi karena pelatih saya dan beberapa keluarga saya terus kasih semangat dan dukungan akhirnya saya putuskan untuk lanjut latihan,” tuturnya.

Sambungnya, “Sekarang saya bersyukur, hasil dari semua proses itu baik. Semua itu semata-mata hanya karena pertolongan dan tuntutan Tuhan. Untuk itu di kesempatan ini saya berterimakasih banyak kepada semua yang sudah kasih semangat ke saya selama ini. Jujur, saya bisa angkat nama baik Papua dan kabupaten Lanny Jaya di kanca olahraga nasional, itu karena kalian punya motivasi ke saya” ungkapnya seraya menambahkan medali peraknya dipersembahkan kepada seluruh rakyat Papua dimana saja.

Ermanus Wenda, ketua Ikatan Mahasiswa Distrik Gelok Beam Ermanus, kepada Elim katakan mewakili mahasiswa dan seluruh masyarakat di distrik Gelok Beam, merasa sangat bangga atas prestasi yang telah torehkannya.

“Walau ikut dari provinsi, kami bangga sudah ikut angkat nama baik kabupaten Lanny Jaya, terutama distrik asal kami, Gelok-Beam,” pujinya.

Agar lahir banyak atlet dari kabupaten Lanny Jaya seperti Elim, ia berharap ada perhatian yang nyata oleh pemerintah kabupaten Lanny Jaya di berbagai cabang olahraga.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *