27 mahasiswa STK Touye Paapa Deiyai menyandang Gelar Sarjana Pendidikan

  • Bagikan
Foto bersama dewan dosen dan mahasiswa usai yudisium, Jumat, (22/10/2021) - Marius Goo/wagadei.com

Tigi, (WAGADEI) – Sebanyak 27 mahasiswa Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapa (STK TP) Deiyai Keuskupan Timika, Papua mengikuti yudisium pada Jumat, (22/10/2021) di aula Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damaabagata, Dekenat Tigi, Keuskupan Timika.

 

Ketua Sekolah STK “Touye Paapa” Deiyai, Oktovianus Pekei mengatakan, yudisium merupakan pengakuan akademik memberikan legalitas kelulusan kepada mahasiswa.

“Sekolah Tinggi Katolik Touye Paapa Deiyai meyudisiumkan 27 mahasiswa sesuai hasil pembelajaran penilaian akhir (PPA),” kata Oktovianus Pekei dalam sambutannya pada Rapat Senat Terbuka Akademik.

Pekei menyampaikan apresiasi kepada dewan dosen yang telah mengajarkan mata kuliah, juga membimbing mahasiswa dalam penelitian maupun penulisan tulisan akhir, yang disebut dengan Skripsi.

 

“Berdasarkan penilaian dewan dosen, mahasiswa yang yudisium dinyatakan layak disandangkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) di bidang Keagamaan Katolik,” ujarnya.

 

Ia menyampaikan bahwa orang hebat tidak dibentuk oleh kenyamanan, namun tumbuh besar dari kesulitan dan tantangan yang dihadapi dengan baik.

 

“Orang hebat tidak melihat kesulitan sebagai masalah, tetapi sebagai peluang untuk menempa diri, membentuk jati diri, dan mengembangkan diri agar menjadi lebih baik, dan para mahasiswa yang kami yudisiumkan hari ini adalah orang hebat,” katanya.

 

Menurut dia, percaya bahwa lulusan STK Touye Paapa Deiyai berkarakter, unggul dan berprestasi dengan dibuktikan melalui karya dan berkontribusi bagi bangsa dan Negara.

 

“Syukur kepada Tuhan bahwa pada akhirnya mereka sudah dapat diyudisiumkan dan tanggal 5 November 2021 siap diwisudakan untuk angkatan kedua,” ujar dia.

Ia mengimbau untuk semua pihak baik dosen, mahasiswa maupun orangtua mahasiswa untuk menjaga kesehatan.

 

“Tidak lupa tetap menjaga nama baik keluarga dan almameter di manapun berada,” ucapnya.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Yohakim Tekege mengatakan, pembelajaran penilaian akhir (PPA) dalam bentuk Skripsi dilaksanakan awal bulan ini dalam pantauan Kementrian Agama via daring.

 

“Lulusan ini adalah tahap awal dari keberhasilan para mahasiswa, dan saya berharap bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bukan hanya di strata satu ini, tapi harus ke jenjang lebih tinggi lagi,” kata Tekege. (*)

 

 

 

 

 

Penulis: Marius GooEditor: Aweidabii Bazil
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *