FPPD Papua tegaskan kursi Sekda bukan jabatan politik, stop permasalahkan!

  • Bagikan
FPPD Papua gelar jumpa pers soal polemik jabatan Sekda Papua, Kamis (21/10/2021) - Yulianus Magai/Wagadei

Jayapura, (WAGADEI) – Forum Peduli Pembangunan Demokrasi (FPPD) Papua menegaskan berkaitan dengan polemik surat keputusan (SK) pelantikan Sekertaris Daerah (Sekda) provinsi Papua definitif, Ridwan Rumasukun yang dianggap palsu agar tidak “diperkucingkan” atau dipermasalahkan sebagai jabatan politik.

FPPD mengancam siapapun pihak yang sudah dan sedang gunakan (mencari) segala cara untuk menghalalkan kursi Sekda seperti jabatan politik, segera berhenti.

“Stop dan jangan jadikan kursi Sekda sebagai kursi politik. Dari pelantikan Sekda beberapa bulan lalu langsung heboh dan jadi politik Jakarta-Papua,” tegas ketua FPPD Papua, Panji A. Mangkunegoro, dalam jumpa pers kepada sejumlah wartawan di Kota Raja, Kota Jayapura, Kamis (21/10/2021).

Ia menyebut salah satu oknum yang gencar mengatasnamakan pemuda adat Papua dan mengklaim bahwa palsu surat keputusan presiden (Kepres) tentang pelantikan jabatan Sekda yang dikeluarkan oleh Mendagri adalah Christian Arobe.

“Kami sampaikankan kepada saudara Christian Arobe, jangan menuntut Kepolisian dan kepada siapapun untuk membuktikan keaslian Kepres. Sekarang kami kembali menuntut anda, silahkan anda buktikan sendiri sesuai statement anda supaya publik tahu. Jika tidak bisa, jangan anda membuat gaduh situasi dan klaim bahwa pelantikan Sekda oleh gubernus Papua Lukas Enembe itu tidak sah,” tegasnya.

Dikatakan, pelantikan Sekda sudah sah dan final berdasarkan surat keputusan Nomor 148/TPA Tahun 2021 Keputusan Presiden Nomor 149 di tandatangangi oleh Akmal Mahlik. Presiden Jokowi juga, lanjutnya, sudah mengetahui permasalahan tersebut saat datang membuka kegiatan PON XXI di Papua.

“Jadi soal Sekda jangan lagi di perkucingkan. Dan kami harap juga kepada seluruh rakyat Papua tidak mempercayai oknum-oknum yang permasalahkan soal kursi Sekda Papua. Karena aktivitas pemerintahan sekarang sudah jalan normal seperti yang kita harapkan bersama,” tuturnya.

Benyamin gurik, Pemuda adat Papua, juga dalam kesempatannya mengatakan jabatan Sekda adalah jabatan sangat mendadak dibutuhkan saat ini di Papua.

“Maka pernyataan yang dibuat oleh seseorang yang bernama Christian Arobe yang mengklaim sebagai ketua pemuda adat Papua, kami tegaskan dia bukan ketua pemuda adat Papua. Kami sebagai pemuda asli Papua mengancam beliau Christian Arobe. Kami minta Christian Arobe segera hentikan segala macam pernyataan-pernyataan yang mengundang polemik terkait jalannya roda pemerintahan, karena sudah jalan normal sekarang,” tambahnya.

Gurik lalu mengaspresiasi langkah presiden Jokowi yang telah memberikan jawaban pasti terhadap polemik berkepanjangan, siapa Sekda di provinsi Papua selama ini.

“Kami pemuda Papua sangat senang, akhirnya polemik berkepanjangan soal Sekda Papua selama ini sudah berakhir. Bapak Presiden Jokowi terimakasih. Kita pemuda Papua mendukung SK Sekda yang telah dibuat oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Lucky Nurdiansyah dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid (BKPRMI) Provinsi Papua juga mengatakan pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak gubernur Papua Lukas Enembe yang telah melantik sekda Papua defenitif.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *