Jemaat Antiokhia Widuwakiya gelar HUT ke 65, ini kata Wakil Bupati Deiyai

  • Bagikan
Puji-pujian kepada Allah dengan nyanyian - Elias Douw/wagadei.com

Nabire, (WAGADEI) – Hut Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Koordinator Deiyai, Klasis Debei, Jemaat Antiokhia Widuwakiya telah melaksanakan HUT ke 65, Sabtu, (16/10/2021).

Turut dihadiri Wakil Bupati Deiyai, Hangki Pigai, perwakilan Sinode Kingmi di tanah Papua Dominggus Pigai, ketua Klasis Debei Yance Waine, wakil ketua Klasis Pdt. Silas Bobi dan seluruh Jemaat Antiokhia Widuakiya.

Dominggus Pigai dalam kotbahnya mengatakan, Injil adalah kekuatan Allah, dengan sub tema ‘melalui HUT Injil masuk Debei, seluruh umat Tuhan dapat berubah, cinta mati dengan Injil yang menemukan kita, (Roma 1:16 – 17).

“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama – tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani,” katanya.

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

“Oleh sebab itu, kita manusia yang ada di dunia ini mari! Mengangkat pedang senjata Allah untuk mempertahankan kebenaran Allah kita menyelamatkan diri pada akhir zaman kedatangan sang anak raja yang datang ke dua kali di dunia,” katanya.

Mikhu Pigai, ketua panitia HUT Jemaat Antiokiha Widuakiya mengatakan, pihaknya sangat mengapresisai kepada para perwakilan tokoh pemerintah, intelektual, tokoh agama, tokoh pendidikan, dan setiap para undangan yang telah menghadiri dalam kegiatan hut hari ulang tahun ini pasti kita semua di berkati oleh sang khalik.

“Oleh karena itu masuknya Injilnya di Debei harus bertumbuh, berakar, dan berbuah. Jadi sekarang sudah bertumbuh, berakar, dan berbuah, melalui pendidikan, pemerintahan, bahkan olahraga, dan sebagainya,” katanya.

Pdt Silas Bobi, wakil ketua Klasis Debei mengatakan, untuk kedepan mohon bagi undangan ke setiap gereja karena Injil masuk itu bukan di satu gereja tapi itu untuk saya, untuk kamu, untuk kita semua, dan untuk Debei,

“Saya banggakan kepada seluruh orang asli Debei sudah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan besar ini. Lebih khususnya jemaat Antiokhia Widuakiya beserta panitianya yang sudah bekerja keras dengan susa paya untuk memperjuangkan mensukseskan kegiatan yang besar ini,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan tabur tuai artinya orang-orang yang menaburkan dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai.

Wakil Bupati, Hengki Pigai mengatakan, dana pusat yang diterima pada setiap kampung pihaknya menilai rata-rata semua masyarakat menghabiskan dana tersebut itu dalam permainan perjudian seperti rolex, dadu, dan togel.

“Jadi hal-hal itu segera dihentikan,” tegas Pigai.

Lanjutnya Pigai, karena permainan -permainan ini adalah melupakan dan mematikan segenap tradisi budaya, agama, keluarga, bikin kebun, dan salah satu hal-hal yang menghancurkan kampung dan kehidupan keluarga kita. (*)

Penulis: Elias DouwEditor: Aweidabii Bazil
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *