Apakah itu cahaya kehidupan?

  • Bagikan

Apakah Cahaya

Ketika dunia penjarakan kehidupanku sehari hari

Dan merusak tubuhku perlahan

Demi emas dan isi rumahku

 

Apakah Cahaya

Mama, bapa Kaka dan adikku

Tak pernah hidup damai

Seakan cahaya kehidupan itu sirna perlahan dan rumahnya digusur demi perut dunia

 

Apakah Cahaya Kehidupan

Jika jiwa manusia berkulit hitam dan keriting rambut selalu dipandang ukuran bedil dan Laras hingga maut menuai

Akhiri hidupnya.

 

Apakah Cahaya kehidupan itu

Seakan hitam adalah keras

Dan keriting rambut selalu dipandang kasar brutal dan anarkis, Mungkin Tuhan salah ciptakan rasku.

 

Apakah Cahaya Kehidupan

Walau cahaya matahari tak pernah berhenti di rumahku

Dan apakah balasan mereka?

Setiap hari tragedi dan tragedi

Lahir menuai maut.

 

Apakah Cahaya Kehidupan

Waktu dan bertahun-tahun

Kekerasan lahir tak mengenal lelah, tragis hidupku diatas tanah yang katanya surga kedua.

 

Apakah Cahaya

Walau derita berkepanjangan

genosida subur, Tangisan darah dan jiwa tak pernah dipandang hukum negara otoriter hingga bintang malam tak lagi indah

 

Apakah Cahaya Kehidupan

Balik berbagai alasan negara

Bersama beribu ribu janjinya

Demi alam yang diciptakan Tuhan Diatas bumi cendrawasih

 

Apakah kehidupan

Dimanakah cahaya itu Hidup

Nyatanya tragedi tragedi ini

Akan lahir subur tanpa henti

Jika aku yang hitam hanyalah ukuran militerisme

 

Apakah Cahaya Kehidupan pejabat daerah Berdiam beribu-ribu katapun tak tertuai

Darah darah cendrawasih kian menembus martabat Bumi

 

Apakah kehidupan

Walau cahayanya

Hanyalah cahaya bedil

Walau cahayanya

Hanya Cahaya senjata api

 

Apakah itu Cahaya

Sekian lama tanpa akhir

Atas nama jiwa yang sirna

Demi alam Papua

Tragedi tangisan darah

Apakah Cahaya Kehidupan itu?

 

 

Cahaya kehidupan

Dimakah kebebasan

Walaupun rumahku

Dikuasai kado Pemilu

Tanpa henti tuanya di perkosa

Perlahan menuai maut.

 

Apakah Cahaya Kehidupan

Walaupun matahari hingga barat

Lalu aku yang hitam tak dipandang manusia bersama hukumnya sebagai tameng

 

Hari berganti Minggu

Bulan berganti tahun

Apakah tangisan akan berlalu

Apakah kekerasan ini sinetron

Tanpa jawaban oleh para purnawirawan demi emas, uranium dan bisnis.

 

Apakah Cahaya

Seakan semua terdiam

Jiwa manusia bisu tragis

Pukulan itu terdiam ditonton

Pejabat daerah Berdiam menikmati tanpa disadari konflik jebakan.

Penulis: Xavier Fransiskus Tsolme Editor: TFFT
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *