“Cipta Kondisi” sebagai Motif Rasisme dan Militerisme di Papua

  • Bagikan
Tiga putri Papua memegang pamflet Keluarkan "Monyet" dari NKR - Ist

Bagian

 

Oleh: Siorus Degei

KETIKA melihat dan mengetahui desas-desus dan arak-arak kasus kemanusiaan di Papua. Sebagai Manusia normal yang berakal budi dan berhati nurani, barangkali akan muncul kebingungan-kebingungan dan muncl pertanyaan, Ada Apa Ini? Mengapa Papua Terus Bergejolak? Perluh diketahui bersama bahwa ada beberapa kepentingan politik-ekonomi raksasa di Papua dan ini melibatakan aktor lokal, nasional, dan internasional. Dan untuk meloloskan kepentingan-kepentinagn tersebut perluh ada strategi-strategi pendukung yang ampuh sehingga setiap kepentingan dapat lolos dengan lancar tanpa ada ganguan dan hambatan.

Dalam konteks problematika Papua selama dua tahun terakhir ini (2020-2021) strategi yang dipakai oleh aktor bayangan atau infisiable heand adalah Cipta kondisi (Cipkon). Sebenarnya Cipkon ini merupakan sebuah strategi lama yang sudah dipakai oleh Pemerintah Indoneisia dalam mendekati Papua. Bukan saja untuk menangani konflik Papua, tetapi konflik Timor-Timur, Aceh, Poso dan juga wilaya lainnya yang sempat menjadi target bergejolak.

Baca: https://wagadei.com/2021/10/13/pentahbisan-imam-katolik-di-intan-jaya-sebagai-oase-perdamaian-di-papua/

Dalam sejarahnya Cipkon pertama kali diperagakan oleh elit politik lokal, nasional, dan internaisional dalam rangka merampok emas di Gunung Nemangkawi pada 1967 berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pertambangan (Freeport). Dengan surat ijin dari pemerintah nasional, masyrakat adat dikocar-kacirkan oleh elit lokal, masyarkat adat yang menolak kehadiran perusahan dibantai secara represif, wilaya adat menjadi daerah operasi militer, masyrakat Amungme menjadi penggunsi di atas tanah leluhurnya sendiri, dan elit intenasional terjun beroperasional, baca: https://www.merdeka.com/uang/sejarah-freeport-indonesia-hingga-jadi-rebutan-negara-majuRabu, 13-10-2021). Kira-kira demikian gambaran singkat strategi Cipkon yang selaluh relevansi di Papua. Berikut kasus kasus yang bermotif Cipkon di tanah Papua selama dua tahun terakhir ini.

Pertama, kasus Intan Jaya. Dari berbagai alasan yang menjadi latar belakang konflik Intan Jaya. Perluh menjadi perhatian bersama bahwa sebelumnya Intan Jaya masuk dalam konsensai tambang, khsusnya di Bloc Wabu (bekas konsensasi Freeport) dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ ANTM). PT Antam berencana menggarap Blok Wabu, Menteri BUMN Erick Thohir pun telah menyurati Menteri ESDM Arifin Tasrif agar Antam bisa mengelola bekas lahan tambang Freeport Indonesia tersebut Block Wabu, https://www.cnbcindonesia.com/news/selain-harta-karun-langka-ri-ada-gunung-emas-blok-wabu-papua, Rabu, 13-10-2021). Rencana perampokan emas milik masyarakat adat Migani ini dengan cepat diketahui oleh kalangan luas. Aksi dan demonstrasi juga dilakukan oleh masyrakat adat Migani, aktivis lingungan hidup, komunitas Mahasiswa dan Pemuda, tokoh Agama, dan lain sebagainya. Untuk mengalihkan fokus publik yang konsistensi menolak kehadiran. Maka saatnya Produser konflik memainkan perannya dengan menciptakan perang dan menjadikan Intan Jaya sebagai zoan rawang, sehingga penduduk asli maupun pendatang semuanya mengunsi ke hutan, keluar kota, dan ke Gedung Gereja. Setelah membuat konflik, sudah barang tentun semua energi masyarakat asli Papua itu tidak lagi tertuju ke pihak asing, melainkan kepada saudara-saudarinya yang menjadi korban dan penggunsian di Intan Jaya. Dengan demikian surat ijin investor tambang lolos dan palu eksploitasi jatuh.

Mengapa pihak perusahaan tidak lebih berdialog dengan masyarakat adat? Mengapa TNI-POLRI lebih condong mengayomi Perusahaan daripada warga sipil? Kianya pertanyaan-pertanyaan misterius ini bisa terjawab dengan hasil temuan-temuan Sdr, Haris Azhar, direktu Lokataru dan aktivis HAM. Temuan-temuan LSHAM ini ia sampaikan dengan sangat, alot, lugas, dan tajam dalam sebuah kesempatan di Youtubenya. Pendeknya menurut Haris, ada jenderal-jenderal besar di Indonesia baik yang masih aktif dan purna yang meliki saham-saham besara pada perusahan-perusahaan besar di Kalimantan dan Papua.

Ia sempat bilang salah satu perusaahan yang hedak masuk ke Intan Jaya, yakni PT Tobacom Del Mandiri, merupakan anak perusahan dari Toba Sejahtera Grub yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Menteri Perikanaa Luhut Binsar Panjaitan. Belakangan Haris karena tidak terima, Luhut melayangkan Somasi terhadap Haris Azhar untuk mengklarifikasikan pernyataan-pernyataannya, namun sebenarnya Luhut salah arah bila mau mengugat Macan Hukum Indonesia ke ranah pengadilan sebab itu habitatnya, https://nasional.tempo.co/read/1503606/5-fakta-seputar-somasi-luhut-ke-haris-azhar-dan-koordinator-kontras, Rabu, 13-10-2021).

Kedua, kasus Maybrat, Minggu, 5 September 2021, pukul 13:45 WIT. Kronologi kasus ini tidak beda jauh dengan kasus Intan Jaya. Bahwa sebelumnya ada tiga perusahan sawit yang mau mausk ke Sorong. Namun ditolak oleh semua masyarakat akat, tokoh pemudah, tokoh perempuan, tokoh Agama, dan simpatisan lainnya. Bahkan bupati Sorong sendiru secara terang-terangan menolak dan menjabut surat ijin dari tiga perusahaan itu karena sangat berimplikasi buruk terhadap ekosistem ekologis dan masyrakat adat. Sikap bapa bupati yang berani dan teramat langka di Papua ini mendapat gugatan dari pihak koorporasi, mereka mengeluarakan somasi untuk bapak bupati, senasip dengan nasip Haris Azhar.

Ketiga, kasus Kiwirok Senin, 13 September 2021, pukul 09:45 WIT. Mengapa kasus Kiwirok terjadi? Berdasarkan pengalam cipkon di Mimika, Ndugama, Intan Jaya, dan Maybrat, maka semua pihak bisa bertanya kira ada apa di Kiwirok? Telebih khusus sumber daya alam apa yang mau dirampok dari masyarakant ada Nalum-Kupel-Ketemban? Apakah kiwirok hanya sebag pegalihan fokus publik agar Gunug sacral Apli-Mapon di ekspedisi? Pendeknya semua praktek kontak senjata yang terjadi di Papua itu semata-mata untuk meloloskan kepentingan elit politik-ekonomi lokal, nasional, dan internasional.

Keempat, kasus Victor Yeimo, jika dianalisis dari dalil penahanan dan penanganannya, terlihat jelas bahwa aparat penegakan hukum sedang mencari-cari kesalahan saudara Victor Yeimo dengan pasal-pasal makar dalam kitab hukum yang rasis. Terlihat jelas sekali kelemahan dari tesis-tesis dalil yang dipakai polisi dan hakim. Selain itu juga banyak hak-hak dasar Victor yang diselewengkan, seperti hak hidup sehat.

Namun jauh dari problem mekanisme penanganan Victor Yeimo. Sebenarnya ada motif lain yang melatarbelakangi peristiwa penangkapan saudara Victor, yaitu pelolosan RUU Ottsus Jilid II, PON XX, Pemekaran (DOB), dan eksplotasi SDA. Pertanyaannya mengapa harus Victor? Kalau dalilnya karena ia yang memoblisasi massa dalam aksi tolak rasisme? Jika demikian, mengapa lascar elit politik loka yang saat ini sibuk berteriak “Sukseskan PON XX, Torang Bisa” itu tidak ditangkap atu dimintai ketenagan?

Maka dari itu sebenarnya kasus Victor ini merupakan sebuah kasus dengan motif cipkon pula, ia adalah tahanan yang di-setting agar semua agenda politik-ekonomi besar elit lokal, nasional, dan internasional tereaslisasi di Papua. Sudah begitu pemerintah akan memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa Papua aman dan baik-baik saja dalam pangkua NKRI.

Rahmat Tahbisan Tiga Imam Pribumi Di Intan Jaya Sebagai Oase Perdamain Di Papua

Walaupun berlansung ragam konflik yang menyebabka krisis humanis dan ekologis menuju genosida dan ekosida. Namun sebagaiman seruan Nabi Perdamain Papua, Alm. Pater Neles Kebadabi Tebay, bahwa kita semua harus memiliki harapan yang besar dalam iman yang kepada Kristus melalui Roh Kudu dan cinta kasih kepada sesame. Maka jangan sampai pesimisme membunuh daya juang dan semangat perjuangan. Harapan akan keadilan, kebenaran dan perdamain di atas tanah Papua harus dimilika oleh semua orang Papua.

Di tengah krisis multidimensional ini, walau negara meninggalakan kita sebagai manusia yang berakal budi dan berhati Nurani, dan mala merangkul kita sebagai serigala berbulu domba. Tuhan Yesus Kristus Sahabta Yanag Baiak, Gembalah Yang Baik, dan Raja Damai tidak meninggalkan umat-Nya yang dikuasai kegelapan. Tuhan telah melimpahkan berkata yang berharga. Sebab ia memilih delapan orang Putra terbaik Papua untuk ditahbiskan menjadi Imam.

Tepat pada Selasa, 12 Oktober 2021, pukul 13:21, bertempat di Gereja Katolik Misael Bilogai, Distirk Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Ribuan umat Katolik Migani (Moni), Nduga, Dani, Dauwa, Mee dan alam Intan Jaya, beserta seluruh leluhur bangsa Papua bersorak-sorai bersama Allah di surga.

 

Sebab tiga putra asli terbaik Papua menerima rahmat tahbisan imamat dari Mgr. Antonius Subianto Bunyamin OSC. Tiga Imam baru tersebut antara adalah RD. Yosep Bunay, RD. Yehezkiel Belau dan RD. Fransiskus Songgenau. RD. Yehezkiel Belau dan Frans Songgenau sendir merupakan putra asli Migani. Kedua tercatat sebagai Imam ke-4 dari suku Migani (setelah, P. Anton Belau OFM. RD. Keleopas Sondegau dan RD. Bennyamin Magai) dan Imam Projo ke-3 (setelah P. Keleopas Sondegau dan P. Bennyamin Magai).

Hadir para Imam senior dari lima keuskupan Regio Papua, Biarawan-Biarawati, Dedominasi Agama, Tokoh Adat, Bupati berserta FORKOPIMDA Kab. Intan Jaya,DANDIM 1705 Nabire Letkol Inf. Anjuanda Pardosi, seluruh umat Allah.

Dalam sambutannya Pater Marthen Ekowaibii Kuayo, Pr Aministrator Keuskupan Timika menegaskan alasannya mengapa Intan Jaya dipilih sebagai tempat berlansungnya acara pentahbisan tiga Imam, yaitu seperti yang sudah diketahui bersama bahwa selama ini Intan Jaya menjadi Daerah Konflik dan medan perang. Sehingga masyarakat hidup dalam ketakutan, kecemasan, dan kegetisan. Maka dari itu Gereja mau hadir di tenagh duka-cita umat itu supaya perdamaian itu terwujud, dan masyrakat bisa beraktivitas lagi seperti semual: bersekolah, berkantor, berkebun, berternak, dan lain-lain, https://suarapapua.com/2021/10/12/sekjen-kwi-hadir-di-bilogai-bupati-berharap-pulihkan-intan-jaya, Rabu, 13-10-2021).

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni mengajak semua pihak, baik TNI-POLRI, dan seluruh masyarkat Intan Jaya untuk berdamai dan memulai hidup yang baru dengan bersama-sama membangun dan merubah wajah kota Intan Jaya.

Intan Jaya yang tadinya gelap karena peperangan, kini telah terang. Suara konta senjata, suara tangisan, dan tetesan darah yang selama hamper dua tahun menghiasa wajah Intan Jaya digantingan dengan suara sorak-sorai yang gagap-gempita. Perasaan cemas, takut, dan bimbang berubah menjadi rasa syukur, Bahagia, dan damai yang luar biasa. Tuhan benar-benar mendengarkan doa-doa yang selama dilambungkan tak henti-hentinya untuk dan demi perdamaian di Intan Jaya-Papua, https://hmstimes.com/2021/tiga-imam-baru-di-gereja-katholik-distrik-sugapa-intan-jaya-papua-ditahbisan/ Rabu, 13-10-2021).

Kini Yesus Sang Fajar Sejati telah mentinari Intan Jaya tadinya gelap lantaran dikuasai pasukan setan. Intan Jaya adalah Intan yang benar-benar Jaya di Mata Tuhan. Kerajaan kedamain dan lascar suugrawi sudah berdiri Jaya di tanah ulayat orang Migani. Gereja bersama spiritualitas karya keselamatan Allah dalam Kristus melalui Roh Kudus sudah hadir di Intan Jaya. Bahwa Rahmat tahbisan suci menjadi berkta berkat rekonsiliasi dan perdamaian di Intan Jaya dan Papua pada umumnya. Tidak tunggu lama dalam waktu yang dekat Oase perdamaia yang sudah dialami masyarakat Intan Jaya akan segera menyelimuti selurh persada bumi Cenderawasi.

Referensi

Bobii Selpius. 2020. Bergulat Menuju Tanah Suci Papua. Wirewit Study Centre: Jayapura Pdt. Benny Giyai, dalam Mata Najwa, Dialog Untuk Papua: Seperti Apa? https://www.youtube.com/, Rabu, 13-10-2021.

Natalius Pigai dalam Macan Idealis, Kondisi Papua Terkini, https://www.youtube.com/ Rabu, 13-10-2021.

https://nasional.kompas.com/read/2021/01/22/16332141/daftar-panjang-kontak-senjata-tni-polri-vs-kkb-di-papua-mayoritas-di-intan, Rabu 13-10-2021.

https://tirto.id/kematian-pendeta-yeremia-cari-pembunuh-tentara-warga-ditembak, Rabu, 13-10-2021.

https://www.viva.co.id/berita/nasional/1369922-mahfud-heran-kkb-papua-dicap-teroris-diributkan, Rabu, 13-102021.

https://nasional.tempo.co/read/1505015/2-086-warga-maybrat-papua-mengungsi-setelah-tpnpb-serang-koramil, Rabu, 13-10-2021. https://regional.kompas.com/read/2021/09/29/155041378/kontak-senjata-di-kiwirok-2-polisi-terluka-1-anggota-kkb-diklaim-tewas, Rabu,13-10-2021. https://suarapapua.com/2021/09/23/veronika-koman-desak-komnas-ham-investigasi-kasus-kiwirok, Rabu, 13-10-2021.

https://www.merdeka.com/uang/sejarah-freeport-indonesia-hingga-jadi-rebutan-negara-maju, Rabu, 13-10-2021.

https://www.cnbcindonesia.com/news/selain-harta-karun-langka-ri-ada-gunung-emas-blok-wabu-papua, Rabu, 13-10-2021.

https://nasional.tempo.co/read/1503606/5-fakta-seputar-somasi-luhut-ke-haris-azhar-dan-koordinator-kontras, Rabu, 13-10-2021.

https://suarapapua.com/2021/10/12/sekjen-kwi-hadir-di-bilogai-bupati-berharap-pulihkan-intan-jaya, Rabu, 13-10-2021.

https://hmstimes.com/2021/tiga-imam-baru-di-gereja-katholik-distrik-sugapa-intan-jaya-papua-ditahbisan/, Rabu, 13-10-2021

 

Selesai!

*) Penulis Adalah Mahasiswa STFT “Fajar Timur” Abepura, Papua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *