Pemuda baptis Papua tolak pembangunan smelter di Jatim

  • Bagikan

Wamena,(WAGADEI) – Pemuda Gereja Baptis Papua dengan tegas menolak pembangunan smelter PT.Freeport Indonesia (PTFI) yang diresmikan dan ditandai dengan peletakkan batu pertama (ground breaking) oleh Presiden Joko Widodo di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur,Selasa,(12/10/2021).

 

Kepada wagadei.com,Kamis,(14/10/2021),Ketua pemuda baptis Papua, Sepi Wanimbo menegaskan,Pemerintah pusat Stop bangun smelter Freeport di Luar Papua karena orang Papua secara sumber daya manusia (SDM) sudah sangat siap mengelolah hasil sumber daya alam (SDA) di Tanah Papua.

 

” SDM orang Papua untuk kelolah Freeport sudah tercukupi. Untuk apa lagi pemerintah Indonesia bangun smelter Freeport di Jawa Timur. Freeport ada di Tanah Papua dan Smelter Pun harus bangun di tanah Papua.kami orang Papua siap kerja untuk memperbaiki kehidupan ekonomi yang rendah,”tegasnya.

 

Lanjutnya,Jika dilihat dari rencana perekrutan tenaga kerja mencapai 40.000 orang yang hanya berasal dari Jawa timur. Terus, kami yang punya Emas jadi penonton? dan orang lain diluar sana yang harus nikmati. Ini luka yang sedang dikasih oleh pemerintah Indonesia terhadap orang Papua yang sebenarnya tuan atas emas tembagapura.

 

Wanimbo menjelaskan, Jika dilihat dari angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia,Papua sangat tinggi. Sudah seharusnya pemerintah republik Indonesia bangun smelter Freeport di Papua untuk mengurangi pengangguran dan memperbaiki ekonomi rakyat yang selama ini sangat buruk.

 

Ia berharap, Pemerintah RI tidak sesuka hati mengambil alih hak-hak orang asli Papua tetapi lebih berpikir cerdas dan bijaksana untuk sejahterakan orang Papua.

 

” saya Presiden dan Jajaran harus lebih bijak dan cerdas sikapi pembangunan smelter Freeport. harusnya pemerintah bangun smelter di Papua sekaligus untuk memutus rantai kemiskinan yang sangat tinggi dan buruk di tanah Papua,” harapnya.

 

Ia juga berharap, pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat bersatu menolak pembangunan Smelter di Jawa Timur dan segera desak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk bangun smelter di tanah Papua.

 

Ia menghimbau, tidak hanya pemerintah daerah Papua dan Papua barat yang menolak tapi semua elemen masyarakat di Tanah Papua bersatu menolak pembangunan smelter PT.Freeport di Gresik Jawa Timur.

 

” Kita semua harus bersatu menolak pembangunan smelter Freeport. Orang lain tidak boleh tepuk dada atas derita kami. Emas kami punya maka sudah sepantasnya kami juga yang mengelolanya termasuk menjadi karyawan dalam pembangunan smelter PT.Freeport,”pungkasnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *