GMP gelar pelatihan menulis kreatif dan menulis teknik 

  • Bagikan

Jayapura,(WAGADEI) – Gerakan Milenial Papua (GMP) menggelar pelatihan menulis kreatif dan menulis teknik dengan menghadirkan dua wartawan Media Cetak dan Online Yaitu; Roberth Yewen (Wartawan Cenderawasih Pos) dan Hendrikus Akapakabi Yeimo (Jurnalis Tabloid Jubi dan Koordinator Komunitas sastra Papua).

 

Kegiatan pelatihan ini disambut baik dan diikuti oleh puluhan Mahasiswa di Kota Jayapura,rabu,(13/10/2021) di aula susteran Maranatha Perumnas 1 Waena,Jayapura.

 

Septianus George Saa, Koordinator Gerakan Milenial Papua kepada media ini menjelaskan, kegiatan ini digelar karena banyak sekali anak muda Papua pada masa kini yang sangat rendah pemahaman literasinya yaitu diskusi,membaca dan Menulis.

 

“Saya lihat banyak generasi muda Papua pada masa kini yang jarang sekali diskusi,membaca dan menulis. Maka, ini menjadi motivasi kami untuk gelar pelatihan menulis sekaligus melatih mahasiswa berpikir kritis dan harus mulai menulis,” tuturnya.

 

Lanjut Saa, Kegiatan Pelatihan ini tidak akan berakhir disini. Kami akan terus membimbing adik-adik peserta pelatihan hingga benar-benar mereka terbitkan buku kumpulan tulisan-tulisan yang berangkat dari pengalaman inspiratif mereka sendiri.

 

Ia juga berharap, Judul tulisan yang telah dikumpulkan ke Mentor, dilanjutkan oleh peserta pelatihan untuk dikumpulkan pada pertemuan berikut kepada mentor untuk di edit dan dibukukan.

 

” Jadi, Adik-adik peserta pelatihan yang sudah memiliki judul tulisan harus kembangkan di rumah. Tulisan-tulisan itu akan dikumpulkan ke Mentor pada pertemuan berikutnya untuk diedit dan diterbitkan menjadi buku inspiratif yang dibaca oleh semua kalangan di Tanah Papua,” harapnya.

 

Roberth Yewen, Mentor sekaligus wartawan Cepos mengatakan, menjadi penulis tidak muda. Butuh waktu yang sangat lama disertai fokus dan tekun.

 

” Iya.Menulis itu tidak mudah. Harus serius,fokus dan tekun. Selain itu kita dituntut untuk melihat, menganalisa lalu menuliskannya berdasarkan data yang sudah kita temukan supaya isi tulisan lebih kuat dan dapat dipercaya oleh khalayak,”imbuhnya.

 

Yewen juga menjelaskan,Jika ingin menjadi penulis yang hebat harus bisa melawan kemalasan.

 

” Jangan malas kalau mau jadi penulis. Tentukan waktu untuk menulis dari sekarang tanpa melakukan hal lain di jam itu.berlatih terus,terus dan terus dan itu akan jadi terbiasa dan jadi penulis yang hebat,’ jelasnya.

 

Ia berharap, Suatu waktu nanti,Peserta pelatihan dapat menerbitkan Buku sebanyak mungkin dan menjadi orang yang menginspirasi banyak orang untuk mencintai dunia literasi dengan menjadikan Buku sebagai jendela dunia.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *