FKMI serukan tolak blok wabu

  • Bagikan

Nabire,(WAGADEI) – Penolakan terhadap perizinan wilayah pengoperasian Blok Wabu menjadi sorotan banyak pihak. Penolakan yang kesekian kalinya datang dari Forum komunikasi mahasiswa Intan Jaya (FKMI) kota studi Nabire menyerukan pihaknya menolak tegas PT.Blok Wabu yang direncanakan akan beroperasi di IntanJaya.

 

Pada Kamis,(14/10/2021) di halaman asrama mahasiswa Intan Jaya Kalibobo,Nabire, Ferdinan Belau,Korlap aksi penolakan Blok wabu dalam pembacaan pers release menegaskan, PT.Blok Wabu jangan bermimpi beroperasi di Intan Jaya dengan mengubur darah dan air mata yang selama ini tertumpah diatas tanah leluhur Intan Jaya.

 

” Rakyat bersama mahasiswa Intan Jaya, kami dengan tegas tolak PT.blok wabu.kami sudah cukup dirampok,diculik,dibunuh tanpa kesalahan hanya untuk mempermulus pengoperasian blok wabu.sudah Cukup,STOP!,” tegasnya.

 

Lanjutnya,Kami dan Orangtua kami sudah lama hidup dalam kekhawatiran dan presiden Republik Indonesia,Joko Widodo segera tarik kembali pasukan organik maupun non organik yang saat ini berada di intan Jaya. Karena kehadiran mereka justru membuat orangtua kami trauma dan tidak bisa melakukan aktifitas dengan bebas.

 

Pihaknya juga mengutuk keras sikap aparat keamanan dan militer yang saat ini bertugas di Intan Jaya, yang dimana para petugas keamanan dan militer terkesan sewenang-wenang menculik,memerkosa, mengintimidasi dan membunuh rakyat sipil dengan semena-mena di Intan Jaya.

 

Ia berharap, Pemerintah daerah (Pemda) Intan Jaya kembali aktif melakukan tugasnya sebagai Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda kabupaten Intan Jaya karena masyarakat sipil sudah lama menunggu sentuhan tangan pimpinan daerah.

 

” Bapak bupati bersama Jajarannya segera kembali ke Intan Jaya dan Jalankan tugasnya sebagai pemimpin masyarakat. Sudah lama masyarakat merindukan sentuhan dari seorang pemimpin berdiri melindungi rakyatnya,” harap belau.

 

Yulianus Janambani,Juru bicara FKMI juga turut menegaskan Penolakan kehadiran Blok Wabu di IntanJaya.

 

” Mahasiswa serta masyarakat Intan Jaya sangat tidak menginginkan kehadiran blok wabu. Ia hanya datang menggarap emas yang merupakan kekayaan masa depan kami, ia bukan datang memperbaiki sumber daya manusia tapi justru ia mau hadir untuk menghancurkan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia di tanah kami Intan Jaya,”katanya.

 

Lanjut Yulianus, Pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif, STOP mengatasnamakan rakyat membawa masuk perusahaan-perusahan untuk menghancurkan kehidupan kami di Intan Jaya. Jika ini tidak di indahkan, kami akan mogokkan seluruh Papua dan Indonesia untuk menolak rencana pengoperasian Blok wabu di Intan Jaya.

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *