Siapkan tempat ‘bakar batu’, umat dari empat Paroki di Dekenat Moni Puncak sedang bersukacita

  • Bagikan
Umat Katolik dari salah satu Paroki sedang menyiapkan tempat untuk bakar batu, Minggu, (10/10/2021) - Yamoye'AB/wagadei.com

Sugapa, (WAGADEI) – Umat Katolik dari empat Paroki di Dekenat Moni Puncak, Keuskupan Timika diantarnya Paroki Bilogai, Titigi, Bilai dan Mbugulo telah menyiapkan tempat untuk ‘bakar batu’ pada pesta tahbisan tiga Imam Katolik di Paroki Misael Bilogai, Selasa, (12/10/2021). Persiapan tersebut bukti sukacita atas akan dilaksanakannya pesta imam nanti besok.

Persiapan itu mulai sejak Sabtu, (9/10/2021) di lapangan misi Bilogai mulai dari gali kolam, kumpul batu, kayu bakar hingga susun semua batu yang dikumpulkan dan kayu tersebut.

Bakar batu artinya masyarakat melakukan bakar batu menggunakan api dan kayu besar hingga batu jadi panas lalu barapen sayur, umbi-umbian dan daging babi (woko).

Salah satu umat Paroki Misael Bilogai, Arnold Belau mengatakan, Paroki Bilogai sebagai tuan rumah disiapkan per komunitas basis (Kombas) sementara tiga paroki lainnya disiapkan per paroki.

“Kalau kami umat Paroki Misael Bilogai siapkan kolam untuk barapen itu per Kombas. Kalau Tiga Paroki itu siapkan per Paroki. Jadi ini kami kerja dari kemarin, Sabtu, (9/10),” kata Arnold Belau kepada wagadei.com di lapangan misi Bilogai, Sugapa, Intan Jaya sore ini.

Menurut dia, persiapan bakar batu itu juga sebagai ungkapan syukur atas kehadiran tiga Imam Katolik yang bakal ditahbiskan oleh Uskup Keuskupan Bandung, Mgr. Mgr. Antonius Subiyanto Bunjamin, OSC bersama Administrator Diosesan Keuskupan Timika, P. Marten Ekowaibii Kuayo, Pr di gereja Katolik Misael Bilogai, Intan Jaya setelah puluhan tahun Imam Katolik pertama dari suku Moni, Pater Anton Belau, OFM (Alm) ditahbiskan oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Herman Muninghoff, OFM di lapangan misi Bilogai.

“Kami mau bersukacita, mau bersyukur kepada Tuhan Allah karena tiga putra terbaik Intan Jaya akan ditahbiskan di sini, di tengah situasi yang kurang kondusif ini. Maka itu, dengan cara menyibukkan diri dengan cara ini merupakan menghilangkan semua rasa takut, dan trauma selama ini,” katanya.

Menurut dia, proses bakar batu akan disesuaikan dengan perintah dari panitia pelaksana. “Kami tunggu informasi dari panitia,” ucapnya.

“Kalau panitia bilang bakar batu hari Selasa setelah Pentahbisan, ya hari Selasa. Kalau hari Rabu, ya hari Rabu,” katanya.

Ketua Dewan Paroki Misael Bilogai, Yohanes Abugau mengatakan, pada pesta Iman bakal dihadiri ribuan masyarakat dari Kabupaten Intan Jaya entah beragama Katolik, GKII, maupun Kingmi.

“Semua proses persiapan untuk pentahbisan tiga imam, hampir 90 persen aman. Saya yakin ribuan orang akan hadir di sini (tempat tahbisan Imam),” kata Abugau. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *