Warga sipil di Intan Jaya dikabarkan diculik

  • Bagikan
tni di papua
Foto ilustrasi, pendaratan pasukan TNI menggunakan helikopter di lapangan terbang Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Desember 2019.- Jubi/IST

Nabire (WAGADEI) – Warga sipil di Kampung Bunaopa, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua, dikabarkan diculik usai ditangkap aparat yang diduga berasal dari Raider Pos 501 Bulapa yang sedang berada di kantor BKD Intan Jaya.

Warga sipil yang dikabarkan diculik itu bernama Sem Kobogau (31), bendahara Distrik Bunaopa.

Dugaan penculikan terhadap bapak tiga anak ini terjadi di depan kios rumah seorang warga bernama Matias Kosai, di depan SMA Negeri I Sugapa, Kampung Bunaopa, Selasa (5/10/2021), sekitar pukul 06.00 WP.

Matias Kosai melalui pesan WhatsApp kepada Wagadei di Nabire menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Awalnya Sem Kobogau dan pemilik rumah sama-sama duduk di dalam kios atau rumah rumus shio. Tiba-tiba datang empat orang seperti anggota TNI tetapi bertopeng atau mukanya ditutup. Mereka mendobrak pintu dan langsung memegang dua tangan Sem. Lalu Sem berteriak dengan suara keras untuk meminta tolong kepada warga di sekitar.

Matias pun datang hendak menolong Sem, tetapi tidak berhasil. Akhirnya Sem dibawa keluar dari rumah Matias Kosai oleh empat orang tersebut.

“Pada hari Selasa (5/10/2021) di rumah saya Bapak Sem Kobogau ditangkap oleh TNI Raider 501 Pos Bulapa, tanpa menanyakan terhadap warga yang ada di sekitar dan kepada saya, dan TNI tak menanyakan sebab dan akibat akhirnya pagi pukul 06.00 WP aparat masukkan dalam mobil dan membawa Bapak Sem ke mana kami kurang tahu,” katanya.

Pada Kamis (7/10/2021) pihak keluarga Sem Kobogau bersama warga yang ada di sekitar lokasi itu mencari keberadaannya. Namun Sem tak ditemukan. Masyarakat dari tujuh kampung di Distrik Ugimba kemudian mendatangi Polsek Kabupaten Intan Jaya, untuk menuntut keberadaan dan pengembalian Sem Kobogau kepada pihak keluarga.

Hingga laporan ini ditulis pada Jumat sore (8/10/2021), belum ada konfirmasi dari pihak Polres Nabire dan Kodim 1708/Paniai. Media ini juga berupaya melakukan konfirmasi ke Intan Jaya tetapi nomor tak bisa dihubungi. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *