Aktivis Papua: Stop Kriminalisasi Natalius Pigai untuk ganggu PON XX Papua

  • Bagikan
Alexander Gobai, Aktivis Papua - Ist

Deiyai, (WAGADEI) – Aktivis muda Papua, Alexander Gonzales Gobai angkat bicara menanggapi berbagai opini yang sedang berkembang akhir-akhir ini di berbagai media mengenai persoalan rasis yang dialamatkan kepada Natalius Pigai, pegiat HAM asal Papua, soal cuitannya diakun Twitter miliknya belum lama ini.

Menurut Gobai, Natalius Pigai adalah tokoh bagi masyarakat Papua yang selalu dan selalu memperjuangkan keadilan dan kebenaran bagi siapa saja, dari sebelum dan sesudah menjadi Komisioner Komnas HAM di Indonesia.

Sehingga berbagai upaya pelaporan kriminalisasi yang sedang dilakukan terhadap Natalius diminta stop karena dapat berdampak buruk mengganggu kestabilan situasi dan kondisi keamanan di Tanah Papua ditengah berlangsungnya pegelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

“Harap supaya semua pihak dapat menghargai agenda nasional yaitu pelaksanaan PON di Papua. Semua upaya yang sedang digiring untuk kriminalisasi kaka Natalius, harus stop. Tidak boleh dibesar-besarkan,” tegasnya, Jumat (10/10/2021).

Mantan ketua BEM USTJ itu menekankan justru semua pihak harusnya mencontohi sikap Natalius Pigai ketika pernah menjadi korban diskriminasi rasisme lalu. Dimana Natalius tidak menuntut kasusnya diproses hukum.

“Kaka dia (Natalius) ampuni dan maafkan pelaku,” tukasnya.

Gobai menjelaskan Natalius Pigai lebih memilih sikap demikian karena ingin menjaga Tanah Papua dan Indonesia tetap aman dan damai. Apalagi karena Natalius Pigai sendiri adalah tokoh representase masyarakat papua yang memiliki pengaruh besar di Indonesia (pusat).

“Sehingga kita lihat pada saat itu, Indonesia dan Papua tetap tenang, aman dan damai,” terangnya.

Melihat hal-hal tersebut Gobai menyerukan kepada semua pihak terutama petinggi negara Indonesia agar dapat menghentikan perlakuan kriminalisasi dan segala macam pemberitaan-pemberitan media yang menyudutkan untuk mengganngu jalannya iven Nasional empat tahunan sedang berjalan di Papua.

“Petinggi-petinggi negara harus secepatnya hentikan kasus ini agar tidak memancing masyarakat demi suksesnya PON di Papua sampai selesai,” pintanya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *