Puisi-Puisi Nia Gati: Tentang Imajinasi

  • Bagikan
Sastra Papua foto pixabay
Ilustrasi - Pixabay

Berthakta

Di relung kalbu
Bersama darah. Dan, sumsum
Kamu di sana

Telah kamu raih
Tentang segalanya
Panas, bahagia dalam dingin dan teriknya masalah
Selalu ada

Kamu
Telah berthakta
Di sini, dalam hati

Sudahkah aku mengusirmu?
Ku rasa tidak
Walau hanya dalam angan
Kamu telah menang

Ruang Rindu, 25’09-21

Tentang Imajinasi

Aku
Tersenyum dalam diamku
Nikmati indahnya imaji
yang menari kian dekat

Bahagia
Dalam sambaran terangnya imaji
Bermekaran semua bunga di taman
Usai berkunjung dalam sunyi

Imaji
Menyegarkan raga yang kian layu
Memukul tubuh dengan sepoi

Taman kita dalam imaji
Di langit yang tak akan pudar
Di bawah panji yang telah lepas

Ruang Rindu, 25/09 – 2021

 

Ketika Senja Hilang Dalam Manis Senyummu

Baru saja
Telah hilang
Pergi entah kemana
Usai tersenyum indah di ufuk barat

Senja
Juga manis senyummu
Memikat hati
Tapi hanya sebentar
Lalu pergi
Pergi tak akan kembali

Senja telah hilang bersama manis senyummu,” gumamku
Di sini hanyalah aku seorang
Nikmati bayangmu yang telah kau tinggalkan

Ruang Rindu, 25’09-21

 

Jika Kamu di Sini

Jika kamu di sini
Aku takkan pernah diam
Selalu nyanyi untukmu
Ketika menyambut mentari
Juga saat rembulan bersinar

Jika kamu di sini
Mungkin kita akan ke bulan
Nikmati ruang angkasa
Keliling benua
Arungi samudra

Jika kamu di sini
Aku tak kan pernah bosan
Tuk mencintaimu
Hingga ajal menjemput

Ruang Rindu, 25’09-21

 

Bahagia Semu di Langit yang Buram

Entah mengapa, sekujur tubuhku bermandikan rasa
Bahagia? Sakit? Imajinatif?
Entahlah

Aku tahu. Dan, sadar
Bahwa, hadirmu adalah bahagia
Bahagia semu di langit kita yang buram

Ruang Rindu, 25’09-21

 

Lantana

Setangkai berwarna
Adalah lantana
Kuning, merah, ungu dan pink

Sejuta rasa dalam sebuah cinta
Adalah lantana
Penghias taman cinta

Lantana
Pujaan hati

Ruang Rindu, 25’09-21

 

Telah Pudar

Seberkas cahaya yang telah kita nyalai
Saat itu, di sana
Pinggir ujung jalan setapak

Pelita cinta
Minyak kasih sayang
Sumbu kepercayaan
Botol Doa

Terus kita setapaki
Ada hujan dan badai
Tak kuasa kau tahan
Dan, berlalu pergi ke lain jalan

Kini, telah pudar
Hilang bersamamu
Entah dimana

Ruang Rindu, 25-09’21

 

Setitik Rindu

Setitik rindu yang sempat kau tinggalkan
Di sini, relung hati
Telah tumbuh subur

Setitik rindu
Kini telah berubah
Taman penuh rindu
Bunga hingga senja merah merona
Senja yang terlalu indah

Ruang Rindu, 25’09-21

 

*Nia Gati adalah seseorang yang suka sastra, terutama novel, cerpen dan puisi. Tinggal di Papua

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *