Para frater dari Maybrat pentaskan drama injil masuk Papua

  • Bagikan
maybrat
Putra-Putri Maybrat, Keuskupan Manokwari-Sorong pada penutupan BKSN 2021 - Wagadei.com/Florentinus Tebai

Jayapura (WAGADEI) – Seminari Tinggi Interdiosesan Yerusalem Baru (STIYB) Abepura, Papua, menggelar misa dan pentas drama dalam rangka penutupan bulan Kitab Suci Nasional 2021 (BKSN 2021).

Bulan Kitab Suci Nasional digelar Gereja Katolik Indonesia setiap bulan September saban tahun. Menurut Prefek Liturgi dan Koordinator Liturgi STIYB, RD H. Salmon dan Fr. Nando, misa penutupan BKSN 2021 diadakan Kamis sore (30/9/2021). Sebelum perayaan misa digelar pentas drama singkat tentang awal mula misionaris membawa Injil di Tanah Papua. Drama singkat dipentaskan oleh para frater dari Keuskupan Manokwari-Sorong, terutama dari wilayah Maybrat.

Drama itu menceritakan tentang masyarakat Maybrat yang pada awalnya hidup berkelompok di dusun masing-masing. Mereka belum berkontak dengan masyarakat dari luar wilayah itu. Dalam kehidupan masyarakat Maybrat sering terjadi konflik dan pembunuhan melalui suanggi, kret, dan panah.

Namun, kini masyarakat Maybrat bisa hidup agak damai, bisa berkontak dengan masyarakat luar, berpendidikan dan mengenal agama berkat pewartaan Kabar Sukacita (Injil) dari para misionaris Ordo Santo Agustinus (OSA).

Selain drama singkat, putra/putri Maybrat yang studi di Kota Jayapura (Asrama Putri Katolik Nurjaya) membawakan tarian Aifat dalam perarakan para pastor menuju altar misa.

Misa dipimpin RD Johanes Joenmo Kandam (selebran utama) dan didampingi para pastor lainnya (konselebran). Pastor Kandam dalam kotbahnya mengatakan, Injil merupakan daya kekuatan yang memberikan kehidupan bagi semua manusia. Roh Allah masuk dalam diri manusia dan menggerakkan manusia untuk saling berbagi kasih, berbuat baik bagi sesama sebagai ciptaan Allah.

“Firman punya kekuatan menggerakkan manusia,” kata Pastor Yohanes yang juga Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke itu.

Pastor Yohanes juga memberikan motivasi bagi para frater di STIYB untuk tetap semangat membekali diri dalam berbagai ilmu di STFT Fajar Timur dan terus mengikuti semua kegiatan harian di STIYB.

Menurut dia para frater harus mengisi otak dengan pengetahuan dan mengisi hati dengan spiritual dengan terus berdoa, berdevosi kepada Maria, dan mengikuti perayaan ekaristi dengan baik dan penuh iman. Otak dan hati para frater diisi seimbang supaya tampil meyakinkan umat di Papua, khususnya umat di pedalaman, termasuk pedalaman Maybrat.

“Otak dan hati kalian harus diisi seimbang,” katanya.

Misa berjalan dengan meriah karena disponsori para frater tingkat III dan para frater KMS (Keuskupan Manokwari-Sorong) serta beberapa putri Maybrat dari Asrama Putri Katolik Nurjaya. Selain itu, misa ini dihadiri para frater projo dari lima keuskupan Regio Papua, karyawan-karyawati STIYB, serta umat-umat lainnya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *