Buka seminar RPM SIMAPITOWA, ini pesan Kadistrik Siriwo

  • Bagikan
Suasana seminar sehari RPM SIMAPITOWA cabang Nabire – Wagadei/IST
Suasana seminar sehari RPM SIMAPITOWA cabang Nabire – Wagadei/IST

Nabire (WAGADEI) – Dewan Senioritas Rumpun Pelajar Mahasiswa dan Mahasiswi Siriwo Mapia Piyaiye Topo dan Wanggar (RPM SIMAPITOWA) Cabang di Nabire, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Nabire, Kepala Distrik Siriwo, Yohanes Butu membuka secara resmi seminar sehari dan perkenalan anggota baru dan lama.

Kegiatan yang dihelat di aula kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nabire, Jumat (1/10/2021) itu mengusung tema “Mari Kita Berubah dan Bekerja Selamatkan SIMAPITOWA”.

Dalam sambutannya, Yohanes Butu mengatakan, kegiatan seperti ini bukan hal baru, tetapi sudah dilakukan di Jayapura sebagai pusat. Namun di Nabire sudah dua kali dilakukan oleh RPM SIMAPITOWA Nabire. Oleh karena itu, dia mengajak mahasiswa/i yang tergabung dalam organisasi ini, agar berubah dari hal-hal yang mematikan karakter, sebagaimana tema yang diangkat dalam seminar dan perkenalan.

“Selamatkan bukan dari [hal/orang] lain, tapi perubahan [dari diri] sendiri, jauhkan dari hal yang negatif , miras, pinang dan lainnya. Mari sama-sama turuti kebenaran, sebab kebenaran adalah untuk berjuang diri sendiri dan kelompok, bahkan orang lain. Distrik SIMAPITOWA adalah distrik tertua dari wilayah Mapia,” kata Butu.

Ketua Badan Pengurus RPMP SIMAPITOWA pusat di Jayapura, Yosep Tebai menduga kegiatan ini diikuti oleh banyak peserta. Namun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Para peserta dari RPM SIMAPITOWA hanya sedikit orang.

“Saya berpikir bahwa nanti akan [di]penuhi oleh orang di aula PU, tetapi tidak ada orang, hanya sebagian saja. Saya salahkan kepada kepala suku dan kaum intelektual,” kata Tebai.

Ia juga mengajak kaum intelektual, dewan senior dan badan pengurus agar memperbanyak diskusi dan pertemuan, untuk membina mental dan karakter mahasiswa dalam organisasi ini. Dengan demikian kelak RPM SIMAPITOWA  dapat mencetak pemimpin masa depan di wilayah Siriwo Mapia Piyaiye Topo dan Wanggar.

“Mari kita sama-sama diskusi dalam keluarga, maupun public, untuk mengarahkan adik-adik ke jalan yang benar. Jangan bilang bahwa kebiasaan seperti ini, itu. Saya sarankan kepada senior, jangan tinggalkan adik-adik untuk mendorong agar ke depan (menjadi) pemimpin masa depan,” ujarnya.

Kepala suku wilayah SIMAPITOWA, Pabianus Tebai mengajak pelajar dan mahasiswa wilayah Tota Mapiha agar menghindari berbagai hal negative.

“Sejahtera berarti orang sehat. Orang sehat adalah orang yang mampu bertindak cepat atas kebenaran. Harus lepas dari minuman keras,” katanya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *