Jelang Tahbisan Imamat dan Diakonat, 8 Diakon dan 2 Frater Ret-ret Rohani

  • Bagikan
Kedelapan Diakon mengapit Pastor pembimbing, Pater Ciptasuwarno, SJ di Nabire - Yosbun untuk wagadei.com

Nabire, (WAGADEI) – Delapan orang calon Imam Katolik Keuskupan Timika, Papua yang kini masih berstatus sebagai Diakon melakukan ret-ret di Wanggar, Nabire. Sedangkan dua calon Diakon yang masih berstatus sebagai Frater ikut ret-ret di SP III Timika.

Kegiatan ret-ret tersebut dilaksanakan selama enam hari, 20-26 September 2021.

Delapan Diakon diantaranya adalah Diakon Febronius Angelo Pr, Diakon Fransiskus Sondegau Pr, Diakon Paulus Leopati Yerwuan Pr, Diakon Silfester Bobii Pr, Diakon Silvester Dogomo Pr, Diakon Vincentius Budi Nahiba Pr, Diakon Yeskiel Belau Pr dan Diakon Yoseph Bunai Pr.

Sementara dua orang Frater diantaranya Frater Ricky Carol Yeuyanan, Pr dan Frater Emanuel Richardus Buang Lela, Pr.

Pembimbing ret-ret bagi dua frater adalah Pater Policarpus Gunawan, SCJ, sementara pembimbing bagi delapan Diakon adalah Pater Ciptasuwarno, SJ.

“Kita membiarkan Roh Kristus menjiwai kita dengan Sabda, sehingga Ia memampukan kita untuk menerima rahmatNya yakni imamat,” Pater Ciptasuwarno, SJ.

Ia mengajak, kedelapan calon Imam harus bertumbuh dalam Tuhan dan menjadi orang yang suci atau kudus, rendah hati, taat, sederhana seperti yang diteladankan oleh Yesus dan Santo Matius Rasul dan Penulis Injil yang kita rayakan adalah orang yang suci, rendah hati, sederhana, taat di hadapan Tuhan.

Di dalam proses ret-ret pun pastor membimbing, menghantar dan mempersiapkan para calon imam kepada Tuhan melalui Kitab Suci, latihan rohani, pengalaman rohani, doa, refleksi dan meditasi kontemplasi. Mereka dibekali dengan pokok-pokok pendalaman rohani yakni kekudusan, kesetiaan, hidup dalam Roh bukan menurut daging, hidup dalam sukacita injili, reformatio vitae (pembaharuan hidup).

Pater Ciptasuwarno, SJ mengatakan tujuan dari ret-ret ini adalah untuk para calon Imam membiarkan Tuhan berbicara, berkarya dalam diri kita.

“Bukan kita yang berbicara, dan berkarya untuk mempersiapkan para Diakon dapat menerima rahmat Imamat, sehingga kita menjadi pelayan sesuai teladan Yesus Kristus. Yesus adalah pelayan sejati, maka para gembala pun siap melayani di mana pun mereka diutus,” ujarnya.

Sebab imam adalah pelayan Kristus yang dapat melayani dengan cinta kasih sehingga semua orang yang dilayani mengalami cinta Kristus, kedamaian dan keselamatan.

Diakon Yoseph Bunai, Diakon Silvester Dogomo dan Diakon Angelo mewakili rekan-rekannya mengucap syukur kepada Allah Tritunggal dan Bunda Maria melalui Pastor Ciptasuwarno, SJa karena dengan ret-ret ini sungguh-sungguh membantu pihaknya untuk mengenal Allah.

“Dia adalah Allah yang Maha Kasih, lagi Maha Penyayang yang memanggil kami dari berbagai latar belakang untuk melayani Tuhan dengan kasih di Keuskupan Timika,” katanya.

Rahmat tahbisan Imamat dan Diakonat pada tanggal 12 dan 14 Oktober 2021 sesuai motto umum kami yakni;
“Tuhan memanggil dan mengutus kami dari segala keterbatasan dan kelemahan kepada terang kasih Kristus untuk menjawab panggilannya; Inilah kami” (bdk Yes 6:8). (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *