Mahasiswa Puncak di Jayapura jelaskan soal aksi benturan

  • Bagikan
Puncak (KMPP) se - Kota Studi Jayapura

 

Nabire, (WAGADEI) – Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Puncak (KMPP) se – Kota Studi Jayapura menjelaskan aksi benturan antara mahasiswa dan pengurus yang terjadi pada Senin, (20/9/2021) di Waena, Kota Jayapura.

Atis Kogoya perwakilan ketua delapan ikatan Distrik menjelaskan, aksi benturan terjadi lantaran badan formatur dan pengurus tidak melakukan reorganisasi sejak berakhirnya masa kepemimpinan pengurus lama sejak 2019 silam.

“Kami delapan ikatan telah melakukan pemalangan asrama Damal, Wengbe dan asrama Mimika bahkan sampai kami baku pukul itu terjadi semua karena badan formatur memolor-molor waktu. Dan itu bentuk dari desakan kami mahasiswa Puncak untuk melahirkan pemimpin baru kita. Supaya kegiatan semua berjalan lancer,  sehingga SDM Puncak itu disiapkan disini,” kata Atis Kogoya, Kamis, (23/9/2021).

Atas peristiwa itu, rekaman video sempat viral di media sosial (medsos) hingga semua pihak mengetahui.

“Sempat viral sampai di Puncak, Papua sampai di luar Papua. Dan itu dilihat oleh pemerintah, alumni, senior jadi kami meminta maaf dan tidak terulang lagi. Tapi itu terjadi karena  kami beberapa kali desak tapi badan formatur tidak respon,” ucapnya.

Yato Murib, salah satu perwakilan mahasiswa mengatakan kejadian itu seharusnya tidak dibawa keluar dari organisasi sebab hal itu merupakan lumrah terjadi di dalam internal organisasi manapun.

“Itu antara kami mahasiswa Puncak saja sehingga saya minta tidak dibawah keluar dari KMPP.  Karena kami sudah lakukan klarifikasi dan evaluasi hari ini. Dan saya berharap musyawarah akan berjalan lancer tanpa kepentingan apapun, sehingga mari kita sama-sama dorong kegiatan ini sampai melahirkan pemempin kita yang baru,” kata Murib.

Wakil badan formatur Metius Magai mengaku Pemerintah Kabupaten Puncak telah membantu pihaknya untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Namun ketua badan formatur telah menggelapkan dana sehingga terjadi kevakuman didalam kepanitiaan .

“Melalui Sekda, Pak Bupati Puncak telah membantu  kami uang Rp. 240 juta pada April 2021 lalu. Setelah uang masuk, ketua badan formatur bawah kabur sampai hp-nya dinonaktifkan, Facebook diblokir dan keberadaannya kami belum ketahui,” ujar Magai.

Menurut Magai, atas ulah ketua badan formatur itu jadwal pemilihan badan pengurus terhenti sampai sekarang.

“Namun Pak Bupati kembali membantu kemarin uang Rp. 100 juta, jadi kami siap kembali jalankan kegiatan ini pada Sabtu, (25/9/2021,” katanya.

Ia meminta kepada semua pihak harus mendukung pelaksanaan kegiatan ini dalam doa, moril maupun materil.

Sementara Aperau Kiwak, mantan Ketua KMPP di Jayapura periode 2017-2019, menegaskan, pelaku pengelapan dana kegiatan musyawarah akan dilaporkan ke Kepolisian agar ditangkap dan diadili.

“Kami mahasiswa Puncak sudah nyatakan bahwa pelaku harus diproses hukum, karena uang itu milik Negara yang diberikan untuk kegiatan mahasiswa bisa djalankan,” kata Kiwak tegas.

Untuk diketahui Kabupaten Puncak memiliki 24 Distrik dan Delapan Ikatan. Delapan ikatan yang dimaksud yaitu : Ikatan Pelajar Mahasiswa Damal (IPMD), Ikatan Pelajar Mahasiswa Wengbe (IPMW), Ikatan Pelajar Mahasiswa Pogoma (IPMP), Ikatan Pelajar Mahasiswa Sinak (IPMS), Ikatan Pelajar Mahasiswa Gome (IPMG), Ikatan Pelajar Mahasiswa Ilaga (IPMI), Ikatan Pelajar Mahasiswa Agandugume (IPMA), Ikatan Pelajar Mahasiswa Dofo (IPMD). (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *