MK diminta putuskan PSU Pilkada Nabire sesuai PMK Nomor 8 Tahun 2020

  • Bagikan
Salah satu baliho yang dibentangkan massa pendukung paslon nomor urut 2 Mesak Magai – Ismail Djamaluddin saat melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Nabire, Jl. Merdeka, Senin, (20/9/2021) – Yamoye'AB/wagadei.com

Nabire, (WAGADEI) – Masyarakat peduli demokrasi Kabupaten Nabire meminta kepada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) agar segera memutuskan sengketa perkara hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Nabire tanggal 28 Juli 2021 sesuai Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 8 Tahun 2020 tentang perubahan atas PMK Nmor 7 Tahun 2020 tentang tahapan kegiatan dan jadwal penanganan perkara perselisihan hasil pemilihan Gubernur , Bupati dan Walikota tanpa menunda-nunda waktu.

Hal itu diungkapkan Piter Worapai kordiantor massa pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire, Mesak Magai – Ismail Djamaluddin yang menamakan masyarakat peduli demokrasi Kabupaten Nabire ketika melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Nabire, Jl. Merdeka, Senin, (20/9/2021).

“Kami masyarakat Nabire menilai hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Nabire tanggal 28 Juli 2021 adalah murni suara masyarakat Nabire tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan telah dilaksanakan dengan baik tanpa ada masalah dan pelanggaran. Yang hak memilih datang ke TPSnya lalu coblos sesuai KTP elektronil ataupun undangan pencoblosan (DPT). Jadi Kami minta MK segera putuskan perkara ini sesuai Peraturan MK Nomor 8 Tahun 2020. Jangan tunda-tunda lagi,” ujar Piter Worabai.

Worabai menegaskan, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia juga segera memutuskan sengketa hasil PSU Pilkada Kabupaten Nabire sesuai PMK Nomor 6 Tahun 2020 tentang tata beracara dalam perkara perselisihan hasil pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota di mana hasil perolehan suara Paslon Nomor urut 2 Mesak Magai – Ismail Djamaluddin mencapai 11 persen, dan telah melampaui ambang batas selisih suara 2 persen antara paslon.

“Waktu pendaftaran pemohon di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia oleh Paslon Nomor Urut 1 dan 3 dinilai telah melewati batas waktu berdasarkan PMK Nomor 8 Tahun 2020 tentang perubahan ata PMK Nomor 7 tahun 2020 tentang tahapan kegiatan dan jadwal penanganan perkara perselisihan hasil pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota,” katanya.

Ia sampaikan bahwa Pilkada Kabupaten Nabire jika MK memutuskan PSU sampai 100 kali pun Paslon Nomor Urut 2 Mesak Magai – Ismail Djamaluddin akan tetap menang. “Oleh sebab itu, MK segera menjadwalkan siding putusan sela dan menyatakan Paslon Nomor Urut 2 sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Nabire,” katanya.

Salah satu orator dalam aksi tersebut, Hendrik Andoi mengatakan, sudah lima kali pemungutan suara telah dimenangkan oleh Paslon Nomor Urut 2 adalah bukti dukungan masyarakat akar rumput yang menginginkan perubahan kepemimpinan demi perubahan Kabupaten Nabire.

“Saat ini rakyat Nabire sangat membutuhkan pemimpin yang definitif, karena Kabupaten lain hari ini mereka menikmati pembangunan, ekonomi, pemerintahan yang aman baik dan kesejahteraan. Sehingga kami rakyat Kabupaten Nabire sangat membutuhkan dalam semua aspek,” ujar Hendrik Andoi.

Sehingga kata Andoi, MK harus mengambil kebijakan yang efektif demi pembangunan dan masyarakat Kabupaten Nabire. Ia mengaku, hari demi hari pihaknya sudah bosan dengan PSU.

“Kapankah kita akan menikmati semua aspek baik itu pemerintah, ekonomi, pembagunan dan lainnya, dan kami juga ingin menikmati kesejahteraan seperti Kabupaten lain yang sedang menikmati semua aspek itu,” ujarnya.

Pihaknya mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu telah melaksanakan tahapan pemungutan PSU Pilkada Kabupaten Nabire pada tanggal 28 Juli 2021 dengan baik.

“Dengan ini kami masyarakat Nabire menyatakan kemenangan Paslon Nomor urut 2 Mesak Magai dan Ismail Djamaluddin bukan secara kebetulan tetapi takdir Allah, alam dan masyarakat akar rumput Kabupaten Nabire,” katanya. (*)

 

Editor: Uka Daida
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *