Kasus Kiwirok; Natalius Pigai bilang aktor intelektualnya mudah dicari

  • Bagikan
Fasilitas publik yang terbakar di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang - Ist

Jayapura, (WAGADEI) – Aktivis kemanusiaan Indonesia asal Papua, Natalius Pigai mengaku, pelaku penyerang di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang pada Senin, (13/9/2021) hingga tewasnya salah satu tenaga kesehatan (nakes) dibunuh setelah buang diri ke jurang mudah dicari aktor intelektualnya.

Pasalnya, Pigai bilang menurut para korban (nakes) pelaku penyerangan dikenal bahkan mereka saling sapa.

“Makin lama akan ketahuan siapa yang bermain, apakah ada oknum yang bermain? Jadi jangan ambil kesimpulan dulu karena aktornya bisa saja tokoh politik, TPN-PB/OPM, dan Aparat Negara. Kalau TPN-PB/OPM selalu mengaku dan menyatakan bertanggungjawab dan dalam sejarah TPN-PB/OPM tidak pernah bunuh nakes atau Dokter,” ujar Natalius Pigai, Minggu, (19/9/2021).

Oleh karenanya, Pigai menegaskan sangat mudah untuk dilakukan pencarian terhadap aktornya. “Saya objektif sampaikan bahwa aktor intelektualnya mudah cari. Nyatanya nakes kenal dengan pelaku penyerangan,” ujarnya tegas.

Terpisah, Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan apabila kelompok pelaku bertindak atas nama TPN-PB/OPM, tindakan itu patut dipertanyakan.

Sebab menurutnya, kalau melihat sejarah perjuangan TPNPB/OPM selama ini, mereka tidak pernah mereka merusak fasilitas sekolah dan fasilitas kesehatan. Apalagi mengancam tenaga medis dan guru.

“Dalam sejarah itu tidak ada. Kalau mereka patuh kepada Goliat Tabuni, patuh kepada Amos Sarondanya, patuh kepada Demianus Yogi. Ketiga pimpinan ini telah mengeluarkan instruksi untuk tidak melakukan tidakan kekerasan. Kalau mereka masih melakukan tindakan secara sepihak, ini patut dipertanyakan,” kata Frits Ramandey kepada Jubi, Sabtu (18/9/2021).

Katanya selain itu, di berbagai belahan dunia, perjuang menuntut menjadi negara merdeka dengan cara kekerasan tidak dibenarkan. Cara itupun tidak mendapat tempat dalam semua mekanisme hak asasi manusia.

Komnas HAM Perwakilan Papua menyayangkan peristiwa yang terjadi di Kabupaten Pegunungan Bintang. Aksi itu dinilai mencederai kemanusiaan.

“Kita minta kepada kelompok sipil bersenjata, agar tidak secara masif melakukan tindakan tindakan kekerasan dan pengrusakan. Kalau mereka ada di bawah organisasi TPNPB/OPM, saya pikir tindakan ini tidak dibenarkan. Kalau mereka di luar TPNPB/OPM, ini tindakan kriminal,” ujarnya. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *