Pentingnya Raperdasi Penyelamatan dan Pengelolaan Danau di Provinsi Papua

  • Bagikan
Sebagian danau Paniai di Kabupaten Paniai, Papua - Kobepa Yul/wagadei.com

 

Oleh: Fransiskus Takimai

Raperdasi ini di gagas oleh ketua Pokja Khusus DPRP jalur 14 kursi John NR Gobai sebagai upaya penyelamatan danau di papua, melalui tahapan rancangan, usulan serta hearing publik mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan masyarakat di Papua lebih khusus masyarakat yg hidup di pinggiran areal danau.

Potensi danau di Provinsi Papua seperti Sentani, Habema, Rombebai, Paniai, Tigi, Tage dan lainnya menjadi sumber ekonomi dan pariwisata yang belum di garap secara baik oleh semua pihak yang berkepentingan, di biarkan tak terurus secara baik. Apalagi danau danau ini memiliki nilai historis yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar danau.

Danau di Papua menjadi sumber kehidupan sejak dahulu dan kini danau menjadi komoditas ekonomi dalam menopang ekonomi rumah tangga dampaknya sangat baik dan membantu dukungan kesehjahteraan serta mendukung pendidikan anak anak di pinggiran danau, di beberapa tahun mulai terlihat pemaanfaatan danau lebih tepat.

Prioritas penyelematan danau dari pencemaran sampah, penyelamatan biota asli danau, konservasi danau serta upaya mengatasi pendangkalan air danau dan berkurangnya Debit air danau menjadi pekerjaan bersama agar keberlanjutan Pembangunan dalam mengurus danau ekosistemnya terjaga natural.

Seperti halnya danau Paniai sampah di buang di kali Enarotali, pengendapan sampah rumah tangga hingga oli motor yang dibuang ke muara kali Enarotali justru mengakibatkan pendangkalan, belum bisa dipastikan apakah ikan danau Paniai sudah terkontaminasi bahan-bahan berbahaya dapat bagi manusia jika konsumsi, musti memastikan kemungkinan diatas perlu dilakukan penelitian yang mendalam dan melibatkan pihak-pihak profesional di bidangnya.

Sudah menjadi tugas kita bersama dan penting untuk menghindari dampak yg lebih parah di kemudian hari, sehingga regulasi ini adalah upaya penyelamatan sebelum danau lebih rusak lagi di kemudian dan berdampak terhadap manusia dan ekosistem.

Sebagai intelektual muda Papua, saya memberi apresiasi yang sangat mendalam kepada Bapemperda DPR Papua yang diketuai Emus Gwijangge dan Pokja Khusus John NR Gobai setelah berupaya dan berkonsultasi lumayan lama ke Mendagri dan telah disetujui dan dalam waktu dekat akan diparipurnakan beberapa waktu kedepan diregistrasi di Biro Hukum Setda Provinsi Papua.

Diperlukan Peraturan Daerah tentang perlindungan dan pengembangan danau di Papua, maka DPR Papua melakukan studi banding ke Danau Batur yang berada di Bangli, Provinsi Bali adalah sebuah Geopark (Taman Bumi) yang ditetapkan oleh UNESCO, di sana ada Gunung Batur dan Danau Batur, potensi ini dikembangkan perikanan, pertanian dan wisata, potensi ini juga telah ikut meningkatkan perekonomian warga, dengan membuka penginapan dan rumah makan. Dapatkah Geopark seperti ini dikembangkan di Papua dan upaya ini kini akan di paripurnakan dalam waktu dekat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 26 Maret 2019 melakukan Rakor terkait Pengelolaan danau di Indonesia telah melalui perjalanan yang cukup panjang. Pada dasarnya, keinginan dan harapan untuk pengelolaan danau terpadu sudah ada sejak 10 tahun yang lalu.

Dalam perkembangannya, ada hal penting dan cukup prinsip yang perlu diperkuat dan ditegaskan kembali mengenai kesepahaman urgensi, kesamaan visi, kolaborasi resources serta sinergi program antar sektor.

“Komitmennya sangat kuat, langkah-langkah juga sudah dilakukan, sudah kelihatan, tapi masih parsial. Ada hal lain yang penting sebenarnya, dalam perjalanan 10 tahun ini yaitu dinamika masyarakatnya, jadi komunitasnya juga kuat, dan dunia usahanya juga mau terlibat, menurut Menteri LHK Siti Nurbaya, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelamatan Danau Prioritas Nasional, dan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau”.

Presiden Jokowi resmi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional pada 22 Juni 2021 dan langsung di terjemahkan Oleh Poksus Papua secara cepat. “Penyelamatan Danau Prioritas Nasional adalah upaya untuk mengendalikan kerusakan, menjaga, memulihkan, dan mengembalikan kondisi dan fungsi badan air danau, daerah tangkapan air, dan sempadan danau sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Untuk mewujudkan Danau yang indah maka perlu penanganan yang serius oleh berbagai pihak.Terkait hal itu, telah dilaksanakan kegiatan Public Hearing dengan tema “Perlindungan & Pengembangan Danau di Papua” di Jayapura, yang dihadiri Legislator Papua, John N.R Gobai. Sejumlah rekomendasi dihasilkan dari kegiatan Public Hearing ini. Kemudian di buat dalam bentuk proposal kajian.

Semoga dalam upaya menjaga dan menyelamatkan danau ini berjalan lancar sesuai rencana dan harus di dukung full oleh Stakholder sehingga sinergitas ini menjadi kekuatan, selanjutnya akan dibentuk tim Penyelamtan Danau Prioritas (TPDP) di bentuk untuk melihat berbagai soal dan menyelesaikanya.

Sehingga saya merekomdasikan upaya penyelamatan sebagai berikut;

1. Pemerintah daerah Paniai segera membentuk Peraturan Daerah terkait Penanggulangan Sampah.

2. Pemerintah Daerah Papua segera membentuk Tim Penyelamatan Danau Terpadu yang di singkronkan dengan peraturan Presiden No 60 Tahun 2021 dan Raperdasus Penyelamatan dan Pengelolaan Danau di Provinsi Papua.

3. Pemerintah paniai segerah Lakukan Penelitian terkait kondisi kesehatan ikan untuk memastikan apakah ikan sudah terkontaminasi bahan aktif berbahaya atau tidak.

4. Pemerintah Daerah Paniai segera lakukan pengangkatan material dan sampah di muara kali enaro yang berakibatkan pendangkalan.

Saya memberikan apresiasi dan menyampaikan terimakasih sebesar besarnya kepada setiap pihak yang telah berupaya menyelamatkan danau-danau di Papua dengan merumuskan Raperdasus, Penyelamatan dan Pengelolaan Danau di Provinsi Papua.

Tuhan Memberkati kita sekalian.

*) Penulis adalah anggota Pemuda Katolik Kabupaten Paniai

Editor: Aweidabii Bazil
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *