Benarkah Capten Pilot Rimbun Air PK-OTW adalah anggota TNI?

  • Bagikan
e-KTP atas nama Aghitia Mirza diduga milik Capten Pilot pesawat Rimbun Air PK-OTW yang jatuh - Ist

 

Jayapura, (WAGADEI) – Capten Pilot pesawat Rimbun Air PK-OTW H. Mirza
yang kemarin, Rabu, (15/9/2021) jatuh di Ngagindoga, Sugapa, Intan Jaya dikabarkan anggota aktif TNI yang menerbangkan pesawat sipil.

Hal itu terbukti melalui KTP elektronik Provinsi Jawa Barat, Kota Bogor yang telah diperoleh wagadei.com dari sumber terpercaya dari Intan Jaya pada Kamis, (16/9/2021) bahwa tertulis nama Aghitia Mirza dilahirkan di Jakarta, 12 – 8 – 1964, jenis kelamin laki-laki, golongan darah B, agama Islam, Status perkawinan sudah kawin, pekerjaan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diterbitkan di Kota Bogor pada 27 – 11 – 2016.

Pesawat tersebut jatuh di dusun Ngagindoga, Sugapa, Intan Jaya. Tempat ini, menurut salah satu warga asli yang namanya enggan menyebutkan namanya mengatakan, warga melakukan berburu, berkebun, dan daerah keramat.

“Ini dekat sekali dengan nama yang sekarang diagung-agungkan yakni Blok B Wabu. Tempat ini tidak tepat kalau dia (pesawat) jatuh. Karena seperti kita ketahui, pesawat tidak boleh turun sampai ke bawah, tapi terbang lurus di atas seolah-olah daerah dataran saja,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menduga membawa barang tertentu yang hendak membahayakan keselamatan masyarakat dan kenyamanan daerah.

“Karena pesawat itu hanya bawah Cargo, barang-barang saja. Entah bahan bangunan maupun bahan makanan. Entahlah, kita tidak tahu tapi Tuhan dan alam maha mengetahui jika kita punya niat yang jahat,” ungkapnya.

Untuk memastikan itu wartawan wagadei.com telah melakukan konfirmasi kepada beberapa pihak di Intan Jaya, kecuali maskapai Rimbun Air.

Sekda Intan Jaya, Aser Mirip membantah bahwa Capten Pilot Mirza adalah murni pilot.

“Itu tidak benar, dia pilot,” ujar Aser Mirip di chat WhatsApp.

Senada juga dikatakan Kepala DPMK Intan Jaya, Yohakim Mujijau membantah bahwa hanya dalam KTP saja yang tertulis sebagai TNI.

“Tidak benar. Itu KTP saja,” kata Mujijau.

Menurut dia, awalnya Mirza merupakan pilot di pesawatnya TNI, namun telah lama pindah ke pesawat sipil.

“Dia pilot TNI tapi lama pindah ke pesawat sipil,” ujarnya.

Sementara Kapolres Persiapan Intan Jaya, AKBP. Sandi Sultan membantah sekaligus mengklarifikasi bahwa yang bersangkutan pilot murni di pesawat terbang.

“Dia pilot, pilot di pesawat. Tidak benar kalau ada informasi bahwa dia adalah anggota TNI. Begitu ya adik,” kata Sandi sambil menutup HP (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *