Selama PON tak boleh ada toko jual miras

  • Bagikan
Seorang wanita muda asli Papua memegang pamflet pada aksi penolakan dan penutupan penjualan minuman keras belum lama ini di Kabupaten Jayapura - Ist

Jayapura, (WAGADEI) – Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda, mengingatkan kepada semua toko yang menjual minuman beralkohol (minol) agar tidak menjual minuman tersebut selama Pekan Olahraga Nasional (PON XX Papua berlangsung. Selain itu, aparat kepolisian juga diminta gencar melakukan pembersihan minuman lokal (milo) yang selama ini dijual secara sembunyi-sembunyi.

“Minggu depan surat edaran akan dikeluarkan kepada semua penjual minuman keras agar selama PON XX tak boleh ada satupun membuka,” tegas Yunus Wonda kepada sejumlah wartawan di Merauke, Selasa (14/9/2021).

Langlah tersebut diambil untuk menjaga agar tak ada yang mabuk dan membuat keributan.

“Kita harus ciptakan situasi aman-kondusif sehingga atlet, official, maupun tamu yang datang tidak merasa terganggu akibat ulah orang mabuk,” tegasnya.

Papua, lanjut dia, harus menjadi tuan rumah yang baik.

“Jangan kita hanya melihat soal kalah dan menang dalam pertandingan dan perlombaan. Tetapi hubungan kekeluargaan serta solidaritas itu paling penting dibangun,” pintanya.

Wonda minta kepada aparat kepolisian agar terus melakukan operasi penertiban minuman beralkohol, termasuk milo yang dijual secara sembunyi-sembunyi.

Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji, menegaskan pihaknya terus gencar melakukan operasi penertiban minuman lokal dari waktu ke waktu.

“Patroli dari anggota berjalan dengan menyisir lokasi atau tempat yang menjual minuman lokal secara sembunyi-sembunyi,” katanya. (*)

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *