Menyoal 17 DPO Polda Papua Barat, TPNPB – OPM Sorong Raya: Perang sampai Papua Merdeka

  • Bagikan

Nabire, (WAGADEI) – Pimpinan TPN-PB OPM Kodap IV Sorong Raya, Mayor Arnol Kocu dengan resmi mengeluarkan pernyataan sikap tegas menolak 17 orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Papua Barat. Mayor Arnol Kocu menanggapi tindakan DPO yang dikeluarkan oleh Humas Polda Papua Barat terhadap pelaku penyerangan Posramil di Kisor Sorong Raya adalah bukan solusi penyelesaian konflik bersenjata di tanah Papua.

“Kami tolak 17 orang yang masuk dalam DPO Polda Papua Barat itu. Karena penyerangan Posramil Kisor adalah bagian dari perang TPNPB-OPM melawan pasukan TNI Polri untuk merebut kembali Kemerdekaan Bangsa West Papua dari tangan kolonial Indonesia,” kata Mayor Arnol Kocu melalui keterangannya, Senin, (13/9/2021).

Menurutnya, DPO dari Polda Papua Barat terhadap pihaknya adalah lagu lama. Soalnya entah siapa saja yang dinilai bertentangan dengan NKRI pasti diberikan nama baru DPO, sementara konflik terus menerus berkembang.

“Saya Mayor Arnol Kocu yang tidak ada batasnya perang sampai Papua Merdeka. DPO Negara Republik Indonesia itu lagu lama terhadap rakyat dan aktivis Papua Mereka, apalagi kami pejuang revolusioner sejati pembela keadilan di tanah Papua,” kata Kocu tegas.

Oleh karenanya, pihaknya dibawah komando Brigjen Denny Moss menegaskan, Polda Papua dan Papua Barat jangan menuduh KNPB. Sebab bagi pihaknya KNPB media rakyat spil bangsa West Papua.

“KNPB itu non militer, dengan semena-mena tanpa dasar bukti Polda Papua Barat bilang pelakunya KNPB. Itukan bukti aparat masih buta, tidak bisa bedakan mana yang militer dan sipil. Karena yang keluarkan perintah operasi adalah kami Pimpinan TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya, bukan KNPB Wilayah Maybrat,” tegas Kocu.

Ia juga menegaskan, pihaknya siap melayani militer NKRI sebagai tamu di tanahnya jika dari mana saja hendak masuk wilayah Kepala Buruk Sorong Raya.

“Sampai Papua merdeka demi Rakyat dan tanah kami. Maka jangan cari warga sipil non militer, harus tahu bedakan mana yang merah dan mana yang putih. Bukan asal hajar,” katanya.

Dilansir Tempo.co, Polda Papua Barat mengungkap pemimpin Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sektor Kisor atas nama Silas Ki sebagai otak dalam penyerangan pos Koramil yang menewaskan empat anggota TNI. Kepala bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi menyatakan Silas Ki sudah ditetapkan dalam 17 Daftar Pencarian Orang (DPO) yang secara terencana melakukan penganiayaan dan pembunuhan di Posramil Kisor.

“Rekam jejak Silas Ki diperoleh berdasarkan keterangan dua anggotanya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yaitu MY dan MS,” ujar Kabid Humas dalam konferensi pers di markas Polda Papua Barat di Manokwari, Jumat, kemarin.

Kombes Adam Erwindi menyatakan bahwa Silas Ki sebelumnya dikukuhkan sebagai pemimpin KNPB sektor Kisor pada 19 Desember 2020 dan memiliki pengikut dalam struktur organisasi itu. Menurut dia, sebelum melakukan aksi penyerangan di pos persiapan Koramil Kisor, kelompok KNPB pimpinan Silas Ki dua kali melakukan pertemuan untuk menyusun rencana.

“Pertemuan dilakukan sebanyak dua kali, sekitar bulan Juli dan Agustus sebelum dilakukan penyerangan pos Koramil pada Kamis dini hari,” ujar Adam Erwindi. (*)

Penulis: Norbertus DouwEditor: Abeth A. You
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *