Ikatan Alumni Semarang gelar pengobatan massal di Sarmi

  • Bagikan
pengobatan massal
Ikatan Alumni Semarang ketika melakukan pengobatan massal di Sarmi, Papua - Wagadei/Yas Wenda

Jayapura (WAGADEI) – Ikatan Alumni Semarang, Jawa Tengah melakukan bakti sosial melalui penyuluhan, pengobatan massal, dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi sejumlah warga di Kampung Maweday dan Mawemukti, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi, Papua.

Ketua Ikatan Alumni Semarang, Hofnie Tebay, SH, M.Hum mengatakan, bakti sosial yang digelar pihaknya , Sabtu (11/9/2021), baru pertama kali dilakukan. Kegiatan tersebut digelar atas ide-ide para mahasiswa Papua dan Papua Barat, yang telah menempuh studi (alumni) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Hari ini kami lakukan kegiatan (bakti sosial). Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang antusias, dan kegiatan ini dibekap langsung oleh Bapak Dr.dr. Yerry Msen.M.Kes,” kata Tebay, Sabtu.

Dia mengatakan, Ikatan Alumni Semarang ini akan terus berkarya di Tanah Papua. Oleh sebab itu, dirinya menyampaikan terima kasih kepada para alumni, yang telah memberikan sumbangsih melalui kegiatan tersebut.

Ketua tim bakti sosial dan pengobatan massal, Dr. dr.Yerry Msen mengatakan, kali ini banyak orang yang datang mengikuti kegiatan yang dilakukan pihaknya. Mereka bahkan tidak menduga bahwa masyarakat begitu antusias.

“Ini di luar dari pikiran kami, sehingga ke depan kami akan ke sini lagi,” kata Yerry Msen.

Kepala Distrik Bingo Timur, Albert Asso menyambut baik kedatangan Ikatan Alumni Semarang Provinsi Papua. Menurut dia, wilayah Bonggo memiliki  tiga puskesmas. Namun banyak masyarakat yang rujuk ke Rumah Sakit Jayapura di Dok II, Kota Jayapura untuk berobat.

Pihaknya telah melakukan kerja sama dengan RS Jayapura untuk menekan biaya pengobatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, dia mengharapkan agar ke depannya dapat bekerja sama dengan para alumni di Ikatan Alumni Semarang, untuk menyusun rencana kerja selanjutnya.

“Dari 10 kasus besar yang sering merujuk ke Dok II, maka untuk menekan [biaya] ke depan bisa sama-sama menyusun rencana kerja, sehinga masyarakat tidak mengeluarkan biaya besar,” kata Abert Asso.

Dia berkata, kedatangan para alumni justru sangat membantu masyarakat di daerah tersebut. Itu terbukti dari antusiasme masyarakat yang datang berobat di puskesmas ketika dilakukan pengobatan massal, penyuluhan, dan PMT.

“Dari hasil pengobatan sekarang kita lihat penyakit apa yang diderita masyarakat, maka kita akan merujuk [ke Dok II], untuk menanganinya secara bersama- sama [dengan] Ikatan Alumni Semarang,” ujarnya.

Pasalnya masyarakat sangat membutuhkan metode pengobatan massal yang dilakukan oleh Ikatan Alumni Semarang. Masyarakat pun dapat dilayani dengan baik. Masyarakat bahkan sudah menunggu kedatangan tim itu sejak beberapa hari sebelumnya.

“Kami sangat salut. Pelayanan cara seperti ini harus ditingkatkan ke depan. Teirma kasih kepada Ikatan Alumni Semarang,” kata Kepala Kampung Mawesday, Silas Pilemon Singgum.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *