PHP Dev Cloud Hosting

TPN-PB OPM Ngalum Kupel bereaksi di Jalan Trans Papua, ini alasannya!

  • Bagikan
Sebagian personil TPN-PB OPM Ngalum Kupel - Ist

Jayapura, (WAGADEI) – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) Kodap XV Ngalum – Kupel kembali melakukan penyerangan sekaligus membakar alat berat (eksavator) milik PT WIKA yang tengah mengerjakan pembangunan Jalan Trans Oksibil-Kiwirok, tepatnya di Mangabip Distrik Oksebang, Kabupaten Pengunungan Bintang, Rabu, (8/9/2021) dini hari.

“Kami sudah bakar delapan unit eksavator, satu orang (mas) ojek tewas di tempat dan membakar dua buah truck yang mengerjakan jalan trans tersebut pada pukul 3.00 dini hari”, ungkap salah seorang anggota TPN-PB yang enggan menyebutkan namanya, Kamis, (9/9/2021).

Ia mengatakan, kejadian ini reaksi dari ditangkapnya dua anggota TPN-PB Ngalum – Kupel di Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang belum lama ini.

Sementara dilansir dari media tniad.mil.id, Koramil 1715-05/Batom beserta dengan Linmas Distrik Batom yang berhasil menangkap dua anggota TPN-PB dan beberapa alat bukti, yakni dua pucuk senjata M16, 1 pucuk senjata double loop, dua pucuk senjata rakitan, amunisi 5,56 mm 35 butir, amunisi GLM 2 butir, 2 buah handphone, 6 buah senjata tajam, satu buah solar cell, 5 buah flash disk, 1 buah bendera Bintang Kejora, 3 buah bendera Buka, 2 buah bendera Buka kecil, 1 buah ketapel, satu lembar foto copy KK, 1 buah kartu kesehatan, 2 lembar tiket peswat, 1 buah buku saku, 8 buah tas, 1 buah tenda payung, 1 lembar kartu anggota atas nama Yulian Uopmabin.

Dengan ditangkapnya YU (36) dan KU (42) pada aksi ini dengan tegas TPN-PB Ngalum-Kupel menyatakan bertanggung jawab atas kejadian ini dan akan terus beraksi dan berjuang untuk kemerdakan Papua Barat.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito kepada wartawan, Kamis (9/9/2021) mengaku, kejadian itu bermula saat karyawan yang bermukim di mess Bolangkop hendak ke lokasi kerja di Kampung Mangabib. Setibanya di lokasi, mereka melihat dua berat jenis ekskavator dalam keadaan terbakar. Mereka pun lantas tidak berani bekerja dan kembali ke kamp dan kemudian melaporkannya ke polisi.

Anggotanya, kata dia sudah ke TKP untuk melakukan pengecekan. Dia mengatakan, saat ini karyawan PT WIKA masih berada di camp karena warga menjamin akan mengamankan mereka.

“Memang benar ada pembakaran alat berat milik WIKA dan kasusnya kini ditangani Polres Pegunungan Bintang,” ujarnya melalui rilis.

Juru Bicara Komando Nasional TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, pembakaran alat berat itu dilakukan pihaknya sehingga diminta agar segera tinggalkan semua program pembangunan Indonesia di West Papua.

Ia menegaskan segara duduk bersama di meja perundingan dengan juru-juru runding bangsa Papua.

“Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat ( TPNPB) telah membakar alat berat pada pukul 3:30 WIB dining hari di Jalan Trans Oksibil- Kiwirok, tepatnya di Mangabip. Dan hal ini telah dilaporkan langsung oleh Bridjend Lamek Taplo, sebagai panglima kodap 15 Galum Kupel,” ujar Sambom.

Aksi pembakaran itu, kata Sambom sebagai perlawanan TPN-PB OPM Selain itu juga untuk memberikan peringatan tegas agar proyek apa saja di seluruh tanah Papua segera dihentikan. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *