PHP Dev Cloud Hosting

Solidaritas Mahasiswa Papua Barat peduli Maybrat buka donasi kemanusiaan di Unipa

  • Bagikan

Nabire,(WAGADEI) – Menyikapi pengungsian masyarakat di Kabupaten Maybrat,Papua barat, akibat baku tembak antara Tentara pembebasan nasional Papua Barat [TPNPB] dan Aparat gabungan Tentara Nasional Indonesia-Polisi republik Indonesia [TNI-POLRI], Solidaritas Mahasiswa Papua Barat di Kota Manokwari membuka donasi kemanusiaan untuk pengungsi yang hingga saat ini masih bertahan hidup ditengah hutan untuk selamatkan diri dari ancaman TNI-POLRI.

 

Yuliana Fanataf, Koordinator solidaritas mahasiswa Papua barat untuk Maybrat kepada wagadei.com,rabu,[8/9/2021] menjelaskan,Akibat penyisiran aparat keamanan di Maybrat, diketahui sekitar 400 kepala keluarga hingga saat ini masih mengungsi ditengah hutan.

 

Ia Menegaskan, Pemerintah Kabupaten Maybrat, pemerintah provinsi Papua barat bersama Pimpinan TNI/POLRI segera menarik kembali pasukannya agar masyarakat bisa pulang ke rumah masing-masing dan hidup dengan aman,damai seperti dulu.

 

“Kami meminta kepada Pemda Maybrat agar membangun koordinasi dengan pimpinan TNI/POLRI agar menarik kembali pasukannya yang saat ini sedang berada di Maybrat. Karena, kehadiran mereka justru membuat masyarakat di distrik aifat trauma dan takut hingga tak ingin pulang ke rumah karena takut ada aksi pembalasan terhadap masyarakat biasa. Sekali lagi Pemerintah republik Indonesia segera tarik kembali aparat keamanan di Aifat,” tegasnya.

 

Tak hanya ketegasan itu, Solidaritas Mahasiswa Papua barat juga membuka Donasi peduli kemanusiaan untuk Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat dari tanggal 9-20 September 2021 di sekretariat Badan eksekutif mahasiswa [BEM], Universitas Papua [UNIPA] di Manokwari.

 

Marselino Pigai, Aktifis kemanusiaan di Manokwari dalam dinding facebooknya menulis,” Duka Maybrat adalah duka Papua, duka satu manusia adalah duka semua manusia. Saya berduka terlantar di belantara rimba seolah tak berumah. saya punya tanah, rumah, ternak, ikan, petatas, sagu dan lainnya berlimpah ruah tapi semua terlantar. Kedamaianku diculik manusia bertangan besi, saya terpaksa mengungsi tinggalkan rumahku dari serdadu-serdadu galak yang memburuku di tanah leluhurku”. Imbuhnya Pigai.

 

Untuk informasi lebih lanjut, Hubungi nomor yang tertera di brosur.

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *