Umat Stasi Yigikebo apresiasi Pewarta Yakobus Wakei

  • Bagikan
Nampak bahan bangunan yang sedang disiapkan di sekitar gedung gereja lama - Ist

Nabire, (WAGADEI) – Umat Katolik Stasi St. Yoseph Yigikebo, Paroki Kristus Penebus Timeepa, Dekenat Kamuu – Mapia, Keuskupan Timika, Papua acungkan jempol kepada pewarta tertua, yakni Yakobus Wakei karena telah mengabdi lama hanya untuk mewartakan Injil Tuhan.

Selain itu, Yakobus Wakei juga sedang mempersiapkan sejumlah bahan bangunan untuk mendirikan gereja yang baru karena gereja yang lama sudah tak layak untuk dipergunakan lagi.

Octov Kedeikoto, salah satu umat Stasi St. Yoseph Yigikebo mengatakan, Yakobus Wakei merupakan seorang pioner yang mempunyai banyak bekal pengalaman hidup yang penuh dengan optimis, sehingga ia bertekad mulai bangun gedung gereja Katolik di Yigikebo.

“Kami umat sangat apresiasi atas perjuangan bapak telah mengorbankan tenaga, waktu dan lain-lain. Dan saat ini, bapak Wakei mulai kumpul bahan bangunan demi menyukseskan gedung gereja stasi Yigikebo,” ungkap Octov Kedeikoto kepada wagadei.com, Senin, (6/9/2021).

Yakobus Wakei adalah seorang tokoh agama katolik dan ia seorang pewarta Firman Allah sejak tahun 2004 hingga kini.

“Bapak Wakei dengan penuh optimis ingin menjadi penghubung atau menjadi jembatan antara manusia dengan Tuhan untuk mewartakan kabar gembira firman Tuhan,” katanya.

Ia menyatakan sejak Wakei beranjak kaki ke kampung halaman idamannya, Kampung Yigikebo dari tahun 2004 sampai 2021, mengabdikan diri sebagai pewarta dan kini beliau berjuang membangun gereja dengan mandiri bersama umatnya yang jumlah tidak banyak.

“Sebagian orang yang pernah kenal beliau bertanya-tanya bahwa seorang Yakobus Wakei ini telah lama menghilang. Apakah dia meninggal? Ow, ternyata sudah berlayar jauh mendayung bahtera hidup bersama umatnya ke pulau kebenaran dan kehidupan abadi,” ungkapnya.

Kedeikoto menambah, Yakobus Wakei mempunyai banyak pengalaman seperti dalam dunia politik dan pada tahun 2004 beliau mencalonkan diri anggota DPR melaui partai PDIP di kabupaten Nabire tetap beliau tidak bakal sukses.

“Tetapi kegagalan itu justru tumbuh subur semangat dan niat berjuangnya dengan jalur lain,” katanya.

Ia mencontohkan, Wakei ibarat Nabi Musa yang memimpin bangsa Israel dari belenggu penjajahan. Ia tetap meyakini menurut manusia tidak mungkin, tapi bagi Tuhan pasti bisa. (*)

Penulis: Norbertus DouwEditor: Aweidabii Bazil
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *