PHP Dev Cloud Hosting

Ananias Yalak bakal divonis hukum seumur hidup

  • Bagikan
Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes AM Kamal - Ist

 

Jayapura, [WAGADEI] – Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi Polri dan Polres Yahukimo, Papua menangkap buronan Ananias Yalak alias Senat Soll bersama lima orang rekannya diantaranya Pilas Matuan, Apius Tabla, Mekison, Sapuk Asso, dan Abert Matuan di Jalan Samaru Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis, (2/9/2021).

“Kali ini satgas berhasil menangkap DPO 3 laporan Polisi, atas nama Ananias Yalak Alias Senat Soll di Jalan Samaru Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada Kamis, 2 September 2021 pukul 05.30 WP,” kata Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes Pol Ahmad Mustafa Kamal melalui keterangannya, Kamis, (2/9/2021).

Kamal mengatakan, Ananias Yalak terlibat beberapa aksi pengrusakan dan pembunuhan menggunakan senjata api di wilayah Papua di antaranya kasus pembakaran ATM Bank BRI cabang Dekai-Yahukimo pada 30 November 2019, pembunuhan terhadap Staf KPU Dekai Hendry Jovinsky pada 11 Agustus 2020 dan pembunuhan terhadap warga Muhammad Toyib pada 30 Agustus 2020.

Penangkapan yang dilakukan lanjut dia, Satgas Nemangkawi dan personil Polres Yahukimo yang dipimpin Kapolres Yahukimo bergerak menuju lokasi sasaran di jalan Samaru distrik Dekai pukul 05.28 WP. Tiba di lokasi selajutnya melakukan penggerebekan di sebuah rumah dan langsung melakukan penangkapan terhadap Ananias Yalak alias Senat Soll dan mengamankan lima orang lainnya dari dalam rumah tersebut.

“Pukul 05.45 WP, tim dari lokasi TKP menuju RSUD Dekai guna melakukan pemeriksaan medis dikarenakan Ananias tertembak pada kaki sebelah kiri dan kanan karena melawan dan hendak melarikan diri pada saat ditangkap,” ujarnya.

Sesuai catatan Kepolisian, Kamal menegaskan, Ananias Yalak terlibat dalam tanpa hak menguasai atau membawa amunisi. Yalak yang masih menjabat sebagai pers TNI (aktif) menyerahkan 155 butir amunisi kepada Ruben Wakla yang kemudian pada hari Senin, 10 September 2018 sekitar 10.06 WP, Ruben Wakla masuk ke ruang pemeriksaan x-ray dan hendak berangkat ke Dekai Yahukimo, namun Ruben Wakla divonis dua tahun enam bulan akhirnya bebas.

Ia menjelaskan, atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan sebelumnya, maka pasal hukum yang akan dikenakan adalah Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHPidana. Pasal 187 KUHP dan Pasal 338 KUHP secara bersama-sama dan tanpa hak menggunakan senjata api.

“Ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun,” kata dia.

Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan, telah dijadwalkan pihaknya bakal membawa Yalak ke Jayapura untuk menjalani proses hukum.

“Sudah dijadwalkan bawah ke Jayapura hari ini,” katanya.

Ia menambahkan kemungkinan laporan polisi akan bertambah karena pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. (*)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *