Ultah ke 20, Jubi diminta tetap jadi medianya rakyat kecil Papua

  • Bagikan
Logo ulang tahun Jubi ke 20 tahun 2021 - Doc.Jubi

Jayapura, [WAGADEI] – Para aktivis Papua memberikan ucapan selamat hari ulang tahun Jubi ke-20 pada Selasa (31/8/2021). Mereka juga menitipkan harapan agar Jubi terus menjadi media yang mengadvokasi masalah masyarakat adat di Papua, dan menghindari berita pencitraan.

 

Advokad Gustaf R. Kawer mengatakan Jubi telah menjadi bagian utuh dari upaya menyuarakan kebenaran dan kebebasan rakyat Papua. “Ulang Tahun Jubi yang Ke-20, tetap menjadi media yang menyuarakan kebenaran dari rakyat kecil dan kaum tertindas di Papua,” kata Koordinator Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia (PAHAM) Papua itu.

 

Kawer berharap Jubi tidak menjadi media yang memuat berita tentang elit politik atau birokrat pemerintah. Kawer ingin Jubi memperbanyak berita tentang beragam isu yang berdampak pada perubahan kesejahteraan rakyat Papua.

 

“Hindari jadi media sarana pencitraan dari elit politik di tanah ini, termasuk pemerintah. Suarakan kerja mereka yang berdampak pada perubahan kesejahteraan masyarakat kecil dan kaum tertindas,” tulisnya.

 

Advokad muda Papua, Welis Doga yang juga penulis opini di Jubi menyatakan Jubi merupakan salah satu media yang berani tampil beda dalam menyuarakan kaum tak bersuara di atas tanah ini. Jubi menjadi media terdepan menyampaikan harapan rakyat Papua kepada pemerintah dan dunia.

 

“Sebagai masyarakat, [saya] berharap Tabloid JUBI terus maju membongkar realitas ketidakadilan di negeri ini. Orang Asli Papua bersama Tabloid Jubi,” kata Doga.

 

Doga berharap Jubi terus memperbaiki berbagai kekurangan yang disadari dan manajemen redaksi, sembil terus menyuarakan kaum tertindas. “Kami harap Jubi terus maju menyuarakan tangisan rakyat tertindas,” kata Doga.

 

Sebagai pembaca Jubi, Doga berharap cakupan pemberitaan Jubi pok masalah yang terjadi di berbagai wilayah adat di Papua. Ia berharap Jubi bisa menempatkan wartawannya di semua wilayah adat, sehingga berbagai masalah di wilayah adat itu terkabarkan.

 

Jangan menilai pemberitaan Lapago di Jubi mengesankan bahwa situasi di Lapago baik-baik saja. “Saya sebagai masyarakat merasa Tabloid Jubi belum sentuh masalah di Wilayah Adat Lapago. Kami belum melihat liputan berita dari Lapago, terutama seputar Kota Wamena. Semoga kedepan liputan Tabloid Jubi dari Wamena dan sekitarnya seimbang, tidak selalu meliput yang baik-baik saja. Pelayanan publik, yang buruk juga harus diangkat,” tulisnya.

 

Aktivis perempuan Papua yang berdomisili di Kabupaten Asmat, Beatrix Anary mengatakan pada usia ke-20 tahun Jubi terus eksis mengungkapkan kebenaran dari Papua untuk pembaca di Papua, Indonesia, dan dunia. “Kami berharap Jubi tetap menjadi media terbaik yang kebenaran, transparansi, dan keadilan melalui setiap beritanya di Indonesia, khusus di Tanah Papua,” ujarmya. (*)

 

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *