Tuntut VY berobat, tiga orang rakyat Papua sempat ditahan di Polresta Jayapura

  • Bagikan
Rakyat Papua lari dari kejaran aparat kepolisian Senin (30/8/2021) kemarin - Yulianus Magai/Wagadei

Jayapura, [WAGADEI] – Aksi rakyat Papua duduki kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, Senin (30/8/2021) kemarin, yang dibubarkan paksa oleh aparat Kepolisian Indonesia dikabarkan sempat menahan tiga orang. Ketiga orang itu, Soleng Soll, Orsa Esema dan Beni Payage.

Ketiganya setelah ditahan siang sekitar pukul 13.20 di Markas Polres Kota (Mapolresta) Jayapura, sore sekitar pukul 17.00 dibebaskan. Selain itu aparat juga menahan 5 buah motor dan sita 3 buah Handphone (HP).

“Sudah, mereka sudah dibebaskan tadi sekita jam 5. Mereka ada tiga,” kata Omikzon Balingga, sekertaris pusat KNPB, kepada wagadei.com sore kemarin (30/8/2021).

Aparat juga dalam pembubaran aksi itu memukul dan mengejar rakyat Papua yang datang menuntut agar hak berobat Viktor Yeimo yakni dirawat inap di RSUD Jayapura dipenuhi Kejati sesuai perintah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jayapura.

“Iya, sampai berdarah. Diibibir, kaki, tangan. Yang dapat pukul pake ban karet mati, terus yang dapat tendang pakai sepatu laras banyak,” jelasnya.

Balingga mengaku mereka lari membubarkan diri karena tindakan aparat sangat kriminal.

“Padahal kami kesana hanya mau dengar alasan, kenapa Kejati bisa tolak VY diberobat. Itu saja. Tapi yang ada, aparat layani kami dengan sangat kriminal. Kami dipukul, dikejar, ditangkap. Kami sangat sesalkan tindakan kepolisian Indonesia yang dari dulu selalu begitu ke kami dalam setiap aksi demo yang kami lakukan,” kesalnya.

Seperti diberitakan media ini, dalam aksi itu aparat juga melarang masuk anggota DPD RI Herlina Murib dan anggota DPRP Jhon NR Gobai bertemu pihak Kejati. Bahkan Gobai saat mau masuk, secara kasar didorong keluar oleh aparat.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *