Menyiksa Victor Yeimo; Bangkitkan nasionalisme radikal di tubuh rakyat Papua

  • Bagikan
Victor Yeimo di RSUD Jayapura didampingi PH Emanuel Gobay, SH, MH bersama keluarganya - Ist

 

Oleh: Goo Egedy

SEMUA orang tidak ingin diperlakukan tidak adil merupakan hukum moral universal, yang diistilahkan dengan “jika tidak ingin disiksa orang lain, jangan menyiksa orang lain”. Terhadap Victor Yeimo ketidakadilan hukum dan moral inilah yang sedang dirasakan. Hukum tidakadil yang dimaksud adalah “pelaku dibebaskan, korban dihukum”. Ketidakadilan hukum inilah yang dipraktekan, yang berkuasa, atau yang kuatlah yang menang, kalaupun yang berkuasa (penguasa) salah. Walaupun demikian, tindakan ketidakadilan hukum, HAM dan moral atas Victor Yeimo ini terlihat nasionalisme di tubuh rakyat Papua.

Victor Yeimo

Victor Yeimo adalah juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berdiri garis depan demi menuntut demokrasi tertinggi Republik Indonesia, yakni mendorong Negara untuk melakukan perundingan (referendum) untuk rakyat Papua. Penolakan untuk Otonomi Khusus merupakan bagian dari usaha mendorong Rerendum bagi rakyat Papua. Petisi Rakyat Papua (PRP) dibuat untuk menyatukan persepsi mendorong referendum bagi Rakyat Papua.

Di samping itu, victor Yeimo adalah korban rasisme, bukan pelaku rasisme. Victor berjuang untuk membebaskan rakyat Papua dari stigma buruk yang dilabelkan kepada orang Papua, bahwa orang Papua memang bukan monyet, seperti yang disampaikan oleh Ormas dan militer Indonesia di Surabaya pada tanggal 16 Agustus di Surabaya.

Victor Yeimo sebagai orang asli Papua memperjuangkan kebenaran tentang orang Papua bukan monyet. Melakukan aksi demonstrasi damai pasca rasis merupakan suatu kewajaran. Sebab jika tidak melakukan demonstrasi berarti mengaminkan atau mengaminilabelisasi yang burukt erhadap orang Papua. Sehingga menjadi tersangka untuk Victor Yeimo sebagai penghasut dan lainnya pasca rasisme dan demonstrasi adalah “stigma ganda” dan paling sadis, sebab sudah korban rasisme sekaligus menjadi tersangka. Victor Yeimo orang tak bersalah yang disiksa hanya karena hukum Indonesia yang tidak demokratis, humanis dan kacau balau.

Tumbuhnya nasionalisme rakyat Papua

Rakyat Papua telah tahu bahwa Victor Yeimo yang ditangkap dan dipenjarakan adalah orang tak bersama, korban rasisme ganda dari Negara Republik Indonesia. Bagi rakyat Papua, korban siksaan yang dirasakan saat ini oleh tuan Victor Yeimo, itulah yang dirasakan oleh rakyat Papua pula. Tubuh Victor Yeimo adalah tubuh seluruh rakyat Papua, yakni tubuh tak bersalah yang sedang diadu-domba dalam ketidakadilan dan ketidakpastian hukum Negara Indonesia.

Pengalaman rakyat Papua yang dihadang militer saat menunju ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua di Jayapura, sekaligus beberapa masa dipukul hingga berdarah-darah merupakan satu system rasial yang sedang dirasakan oleh orang Papua. Penyiksaan terhadap masa-masa yang mendatangi ke Kejati Jayapura merupakan bagian dari penderitaan tuan Victor Yeimo, di mana tubuh Victor dan tubuh orang Papua adalah satu dalam satu ideologi Papua.

Negara Indonesia melalui kaki tangannya, yakni militer menyiksa rakyat Papua demi menyiksatuan Victor Yeimo adalah satu bentuk dukungan Negara Indonesia dalam usaha mempercepat kemederkaan Papua. Jika dapat, saat ini kami berotak kepadaTuhan Sang Adil: Di mana keadilan untuk orang Papua? Artinya, penyiksaan Negara terhadap rakyat Papua mengundang kami untuk meminta keadilan kepada Allah sumber keadilan. Kami meminta, Tuhan mengadili segera antara Indonesia dan Papua.

Jadi, pengalaman penyiksaan terhadap tuan Victor mengundang rakyat Papua untuk memikirkan masa depan bangsanya di hadapan Tuhan Sang Hakim Yang Adil. Sekaligus, meminta kepada-Nya untuk segera mengadili perkara antara Indonesia dan Papua yang mengakibatkan kematian manusia yang makin berkepanjangan. Sekaligus, menjaling persatuan sebagai sesame ras Melanesia, Papua dalam usaha menyongsong kemerdekaan bangsa yang berdaulat.

*] Penulis adalah Pemerhati Sosial Politik di Papua

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *