PHP Dev Cloud Hosting

Wah, anggota DPD RI tidak diizinkan masuk di Kejati Papua

  • Bagikan
Anggota DPD RI Perwakilan Papua, Herlina Murib sedang memohon kepada Aparat Keamanan dan Kejati Papua di gapura Kantor Kejati Papua yang dipalang, Senin, [30/8/2021] - Foto: Theresia Tekege

 

Jayapura, [WAGADEI] – Herlina Murib, anggota Dewan Perwakilan daerah Republik Indonesia [DPD RI] Perwakilan Papua yang datang ke kantor Kejaksaan Tinggi [Kejati] Papua yang berlokasi di Dok IX Kota Jayapura itu tidak diizinkan masuk oleh Aparat Keamanan Senin, [30/8/2021].

Mama Murib [sapaan akrab Herlina Murib] datang hendak menemui Kepala Kejati Papua namun langkahnya terhenti di halaman Kantor Kejati Papua,

Baca: https://wagadei.com/2021/08/30/rakyat-papua-tiba-di-kantor-kejati-papua-langsung-dipalang-aparat-keamanan/

Kepada jurnalis wagadei.com, senator Papua dua periodeini menjelaskan, tujuan kedatangannya ke Kejati Papua untuk kembali mendesak Kepala Kejati Papua agar diberikan akses untuk bisa berobat atas kesehatan yang kian memburuk bagi Victor Frederick Yeimo, juru bicara Komite Nasional Papua Barat [KNPB].

 

“Sebelumnya saya sudah datang ketemu Kejati Papua untuk desak Kejati berikan akses kesehatan dan pengobatan kepada Victor Yeimo tanpa melepas proses hukumnya. Tetapi karena Kejati tidak mengindahkan permintaan itu jadi saya datang kembali lagi, tapi tidak diizinkan masuk oleh pihak Aparat Keamanan,” ungkap Herlina Murib dengan nada kesal.

Anggota DPD RI Perwakilan Papua Herlina Murib saat negosiasi – Foto: Theresia Tekege

Ia menegaskan, bila Victor tidak diberikan akses pengobatan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, maka pihaknya bersama rakyat Papua siap turun jalan desak Polda Papua dan Kejati Papua bertanggung jawab atas memburuknya kesehatan Victor di tahanan Mako Brimob Polda Papua yang berlokasi di Kota Raja, Kota Jayapura.

 

Lebih lanjut Murib mengatakan, untuk proses pengobatan tidak boleh di jalani didalam penjara dikarenakan ruangannya lembab dan kumuh yang mengakibatkan kesehatan Victor semakin buruk.

 

“Untuk pengobatan, Victor tidak boleh berobat dalam penjara. Ia harus diobati dan jalani perawatan seperti pada umumnya manusia [pasien] lain di Rumah Sakit yang lansung ditangani oleh dokter spesialis,” ujarnya. [*]

 

 

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *